BERSAHABAT DENGAN ALAM

Memaksimalkan potensi alam untuk mendesain sebuah rumah dapat menghasilkan tempat tinggal yang nyaman sekaligus menyatu dengan alam.

Desain rumah yang khas memberikan pengalaman ruang yang berbeda sehingga mencerminkan karakter unik dari pemilik rumah. Namun, tidak hanya mengacu kepada desain fisik bangunan, melainkan juga kepuasan pemilik rumah saat berada di dalamnya. Atas dasar pertimbangan estetika dan fungsionalitas bangunan inilah arsitek mendesain rumah tinggal asri berkonsep tropis modern di kawasan Bintaro Jaya.

     Pemanfaatan Lahan Berkontur Berdiri pada lahan seluas 390 meter persegi dengan kondisi lahan yang menanjak ke arah belakang, dianggap merupakan potensi positif yang dimiliki hunian ini oleh arsitek. Terutama karena terletak di bagian hook yang menghadap langsung ke arah lahan hijau dengan pepohonan rimbun, arsitek dapat memanfaatkan ketinggian kontur sebagai penangkap view yang lebih menarik sehingga penghuni dapat menikmati pemandangan asri yang menyegarkan.

 

     Ketinggian lantai dari jalan pada area pintu masuk utama mencapai hampir satu meter sehingga bangunan hunian terlihat seakan menjulang dengan megah saat kita melewatinya dari jalan. Alasan lain dari penambahan tinggi lantai bangunan adalah untuk mendapatkan privasi yang lebih baik, karena hunian ini berada dalam sebuah hunian klaster yang tidak menggunakan pagar .

     Hunian dua lantai ini juga menjadi pemandangan yang indah bagi lingkungan di sekitarnya. Selain desain bangunannya yang menarik, hunian ini memiliki taman yang indah dengan rumput hijau luas bagaikan permadani, pohon-pohon rindang dengan bentuk yang cantik serta pengaturan pencahayaan yang memberikan efek dramatis kepada bangunan dan taman pada saat malam. Rumah ini memiliki ikatan yang sangat harmonis dengan alam di sekitarnya.

     Desain Massa Bangunan
Perencanaan desain hunian ini berawal dari desain bangunan standar yang memiliki konsep bangunan tropis. Selanjutnya dilakukan renovasi untuk mengubah tampilan dan penambahan dimensi, sesuai dengan kebutuhan ruang pemilik rumah. Bangunan awal dua lantai dengan total luas bangunan sebesar 300 meter persegi ditambah menjadi 550 meter persegi.

     Arsitek merasa tidak perlu merubah konsep tropis pada struktur dan desain atap bangunan, karena memang sesuai dengan iklim di indonesia. Perubahan tampilan dilakukan dengan merubah keseluruhan desain jendela. Jendela awal berupa kusen kayu dengan modul kotak-kotak diganti menjadi jendela kaca penuh menggunakan kusen aluminium yang di cat serupa kayu. Tindakan penggantian material ini dianggap lebih efisien perawatannya dalam jangka waktu panjang.

     Kemudian pada sisi muka samping seluruh fasad mengalami perubahan karena pada sisi ini terjadi penambahan ruang duduk, penambahan dimensi kamar utama, dan pembuatan teras yang baru. Masa bangunan yang berbentuk L kemudian disatukan dengan teras panjang, teritisan lebar dan susunan linear kolom batu andesit. Tidak lupa penambahan kolam ikan minimalis yang cantik untuk menambah kesejukan tepat didepan kamar utama. Desain bangunan ini disempurnakan dengan penataan lampu yang cermat sehingga pada malam hari lampu ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pencahayaan, namun juga menambah estetika bangunan. Lampu memberikan efek dramatis yang mengagumkan pada taman dan fasad bangunan. Beberapa titik lampu yang menyorot
dan menegaskan ketinggian kontur tanah di sekeliling bangunan memberikan kesan megah dan ekslusif. Titik lampu downlight dan uplight juga ditambahkan pada ornamen seperti patung dan beberapa koleksi bongsai yang cantik. Kolam ikan minimalis disamping teras juga tampak semakin indah dan menarik dengan efek pencahayaan
pada malam hari.
Layout Ruang
Efisiensi ruang yang tepat guna merupakan keberhasilan dari sebuah perencanaan rumah tinggal. Pada hunian dua lantai seluas 550 meter persegi ini, arsitek menerapkan konsep open plan. Setiap ruang memiliki akses langsung terbuka tanpa partisi masif sehingga alur sirkulasi manusia
memiliki fleksibilitas tinggi. Setiap sudut ruang juga memiliki
fungsi maksimal sehingga tidak ada area ruang yang terbuang percuma karena tidak terpakai. Penataan ruang
didesain berdasarkan fungsi dan tingkat privasi. Area publik adalah ruang penerima dan teras, yang kemudian mengarah
ke dalam berupa area ruang duduk besar sebelum
akhirnya mengarah kepada ruang makan dan dapur.

Kamar tamu terletak pada area publik bersama dengan
ruang penerima, sedangkan kamar tidur utama bersebelahan dengan ruang makan yang berada pada area paling privasi pada lantai dasar bangunan. Ketiga kamar tidur lainnya diletakan pada lantai atas. Pada area servis, akses masuk utama melalui garasi dan dapur kotor yang dipisahkan oleh pintu. Sedangkan dari dalam rumah area service dapat ditempuh melalui pintu yang membatasi ruang dapur bersih dengan dapur kotor.