• Informasi
    Property
  • Ulasan
    Interior
  • Seputar
    Furniture

Bebas Permukiman Kumuh di 2025

Seperti yang diamanatkan pada UUD 1945, disamping sebagai salah satu kebutuhan dasar,
rumah adalah hak fundamental rakyat. Namun, pada kenyataannya rumah yang benar-benar
terjangkau serta layak huni hingga kini belum sepenuhnya memadai. Apalagi, jika dilihat dari
tingkat pergeseran pendapatan masyarakat perkotaan yang semakin meningkat otomatis akan
mempengaruhi besarnya tingkat urbanisasi. Bayangkan, jika dalam kurun waktu 20 tahun saja betapa
besarnya pengaruh tingkat urbanisasi di perkotaan.
    Kondisi ini tentu akan semakin mengkhawatirkan. Apalagi jika tidak didukung oleh pengambil

 kebijakan untuk menfasilitasi kebutuhan akan rumah di perkotaan ditambah dengan keterbatasan
akan lahan. Dampaknya, tentu akan mendorong masyarakat untuk menghuni kawasan-kawasan
yang tak layak huni. Contoh nyata adalah pemukiman yang tumbuh di sepanjang bantaran sungai
dan kolong jembatan. Padahal, sejatinya bantaran sungai di tengah kota termasuk lokasi prima yang
sangat potensial sesuai peruntukkannya.

Pengembangan Kawasan
     Lantas, bagaimana solusinya untuk memaksimalkan keterbatasan lahan-lahan potensial di
perkotaan?. Atau melakukan peremajaan serta mendorong likuiditas land banking sebagai terobosan
dalam pengembangan kawasan perumahan dan permukiman?.
     Pastinya, keterbatasan lahan di perkotaan untuk dijadikan hunian layak bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah masalah klasik yang sering muncul. Pendeknya, masih banyak
ditemui lahan-lahan kosong -entah itu milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun milik Badan
Usaha Milik Daerah (BUMD) yang telah beralih fungsi.
     Deputi Menpera Bidang Pengembangan Kawasan, Junus Sulchan mengatakan, pemerintah
sepenuhnya menyadari kalau untuk mewujudkan kebijakan akan pencadangan lahan masih belum
memadai. ”Masih dibutuhkan terobosan untuk pengembangan kebijakan pencadangan lahan, insentif
dan diinsentif serta lainya. Dan, diharapkan ada kebijakan yang mampu mendorong dan menyediakan
perumahan bagi kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” katanya.

   Hal yang sama juga disampaikan oleh
Lukman Purnomosidi, Wakil Ketua Umum Kadin
Bidang Perumahan Rakyat & Infrastruktur.
Menurut mantan Ketua Umum REI ini, Kadin
sebenarnya sudah mempunyai visi dan misi
dalam pengembangan dan peremajaan kawasan
permukiman kumuh di perkotaan. ”Yakni,
membuat peta peremajaan untuk kawasan
kumuh di perkotaan. Misalnya, pada beberapa
titik-titik yang paling sering dihantam bankir,”
ungkap Lukman.
Empat Instrumen
    Tak hanya itu, Lukman juga tak menampik
bahwa sebenarnya masih banyak stok tanah di
Jakarta yang masih bisa dimanfaatkan secara
maksimal. Hanya saja bila melihat kondisi yang
ada seperti di Jakarta, luas daerah kumuhnya
telah mencapai 8.566 Hektar atau sepertiga
dari total lahan yang ada yakni 65.000 Hektar.
Nah, penanganannya ini memerlukan kebijakan
dan instrumen yang konkret dan terpadu. ”Jadi,
dibutuhkan instrumen kebijakan agar dapat

mengatasi semua permasalahan permukiman
kumuh tersebut,” seru Lukman.
    Antara lain mengenai kebijakan akan tata
ruang, program pengembangan kawasan,
infrastruktur, public private partnership dan
transportasi yang kesemuanya berada dibawah
kendali pemerintah. Menurut Lukman, keempat
instrumen tersebut, membutuhkan lembaga
yang berani untuk mengambil langkah maju.
Dalam hal ini Perumnas sebagai milik BUMN dan
Swasta murni yang memiliki kelebihan dalam hal
pendanaan serta lahan.
    Oleh karenanya Lukman mengusulkan, perlu
dibangun rusunawa pada lahan potensial di
tengah kota. ”Program rusunami dan rusunawa
sudah cocok untuk menanggulangi back
lock perumahan yang terus naik. Sedangkan
pencapaian target satu juta rumah per tahun
saja masih terkendala akibat lemahnya tatanan

kebijakan pembangunan perumahan rakyat serta
kurangnya supply,” paparnya.

Perumnas Sebagai Inisiator
    Mengingat kompleksnya penanganan
masalah permukiman kumuh tersebut, maka
pengembangan perumahan dan permukiman
berbasis kawasan saat ini menghadapi tantangan
yang semakin berat. ”Salah satu isu strategis
yang mendesak adalah masalah keterbatasan
lahan bagi MBR. Sedangkan salah satu alternatif
terobosan yang paling memungkinkan adalah
mendorong kembali Perumnas untuk lebih
fokus dalam aspek pencadangan lahan,” tambah
Junus.
    Sementara itu, Direktur Utama Perum
Perumnas, Himawan Ar ief, mengatakan
Perumnas saat ini tengah berkonsentrasi pada
pengembangan land banking yang dimiliki.

Perumnas tengah berkonsentrasi pada kotakota
yang memiliki kepadatan penduduk cukup
tinggi akibat dari urbanisasi dan kelahiran,”
ungkapnya.
    Himawan mengatakan pemasalahan yang
dihadapi Perumnas saat kini adalah menipisnya
land banking terutama di daerah-daerah potensial.
”Selain itu, masih sulitnya mengendalikan harga
tanah sehingga pembebasan lahan butuh
waktu panjang. Perumnas pun saat ini tengah
melakukan audit lahan miliknya di daerah untuk
segera dibangun hunian,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, mantan Menteri
Perumahan era orde baru, Ir. Cosmas Batubara
mengatakan, permasalahan yang dihadapi
sebuah kota adalah menyediakan hunian bagi
penduduknya. Namun dengan terbatasnya lahan
membuat pengembangan beralih ke kawasan
pinggiran. ”Tingginya tingkat pendapatan di kota,
mengakibatkan tingginya arus urbanisasi. Namun
urbanisasi tidak dibarengi dengan pemenuhan
kebutuhan akan rumah tinggal,” katanya.
    Karenanya, Perumnas menurut Cosmas
akan mampu mengimplementasikan semua
program pemerintah bila memiliki dana yang
cukup. ”Kalau saja dana tersedia, maka Perumnas
memiliki keleluasaan mengelola land banking
yang ada,” imbuhnya.
    Cosmas menegaskan, sejatinya trigger
pengembangan kawasan dan permukiman
terletak di tangan Perumnas. Sedangkan swasta
tinggal mengikuti alur yang sudah dilakukan oleh
Perumnas saja.
Pekerjaan rumah tersebut tampaknya
harus mampu diselesaikan oleh pengambil
kebijakan di era pemerintahan saat kini.
Dalam hal ini Kemenpera yang baru harus
mempunyai kebijakan tepat dan mampu
mengimplementasikannya ke bawah. Jadi,
program sudah terlihat bentuk dan arahnya, dan
jangan sampai berhenti lagi di tengah jalan.
    Pasalnya, jika semua permasalahan mulai dari
terbatasnya land banking, insentif, infrastruktur,
stake holder telah menemukan solusi terbaik,
maka kita tunggu target tahun 2025 Indonesia
akan bebas dari permukiman kumuh.

Add comment


Security code
Refresh

primi sui motori con e-max.it

Artikel Terpopuler

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

8 teknik cat DEKORATIF DINDING

21-07-2012 Hits:10805 FOKUS

8 teknik cat DEKORATIF DINDING

Tidak selalu harus mengganti seluruh perabot, melainkan hanya mengganti cat dinding untuk merubah keseluruhan suasana ruang di dalam rumah Anda.

Read more

POSISI CLOSET Menurut Kacamata Feng Shui

30-07-2011 Hits:8852 Konsultasi Feng Shui

POSISI CLOSET Menurut Kacamata Feng Shui

Banyak opini yang berkembang mengenai bagaimana posisi closet yang tepat. Mulai dari posisi dan arah closet yang harus diatur sedemikian rupa, closet yang tidak boleh menghadap jalan. Jika itu semua...

Read more

Keramik Mosaic Kaya Desain & Motif

13-09-2011 Hits:7002 MATERIAL

Keramik Mosaic Kaya Desain & Motif

  Seiring kemajuan teknologi, keramik mosaic terus berevolusi menciptakan desain dan motif baru. Desainnya berkembang mengikuti tren, sekaligus memenuhi tuntutan detil arsitektur dan gaya yang berkembang di masyarakat. 

Read more

Kenali Aturan dalam MEMBANGUN RUMAH

22-02-2012 Hits:6096 Arsitektur

Kenali Aturan dalam MEMBANGUN RUMAH

Saat merancang bangunan rumah, tak hanya keindahan dan fungsi saja yang harus diperhatikan, namun juga aturan yang melingkupinya. Berbagai peraturan dan ketentuan dihadirkan untuk keamanan dan kenyamanan bangunan rumah....

Read more

SURAT GIRIK

11-01-2012 Hits:4976 Konsultasi Interior

SURAT GIRIK

Pertanyaan:Apakah surat girik dapat dianggap sebagai alat bukti hak atas tanah? Saya berencana membeli sebidang tanah girik, apakah ada tips-tips khusus? Terima kasih

Read more

Mangatur Ruang Jemuran Indoor

21-09-2011 Hits:4651 Konsultasi Interior

Mangatur Ruang Jemuran Indoor

Pertanyaan:Yth Redaksi Majalah Rumahku, Saya memiliki rumah dengan type 6X6, dengan luas tanah 6X10 meter. Rumah tersebut sudah tidak lagi memiliki halaman belakang yang cukup luas untuk menjemur pakaian. Saya...

Read more

DESAIN RAK BUKU

22-02-2012 Hits:4570 Pojok Desain

DESAIN RAK BUKU

Rak buku yang biasanya memiliki ukuran yang besar dan terkesan ‘bulky’ kini bisa didesain menjadi sebuah elemen estetika dalam penataan interior. Bentuknya tidak lagi harus masif dan teratur. Bahkan...

Read more

SIASATI ARAH HADAP RUMAH

23-09-2011 Hits:4523 Arsitektur

SIASATI ARAH HADAP RUMAH

Posisi arah hadap rumah, ikut menentukan kenyamanan tinggal penghuninya. Bagaimana menyiasatinya?

Read more

Kamar Mandi di Bawah Tangga

09-01-2012 Hits:4233 Konsultasi Interior

Kamar Mandi di Bawah Tangga

Agar efisien dan optimal, ruang dibawah tangga bisa dimanfaatkan untuk beberapa keperluan. Beberapa orang, memilih menempatkan toilet di bawah tangga, dengan alasan efisiensi.

Read more

Keluargakokoh, Jendela Informasi Keluarg…

12-05-2016 Hits:4229 ACARA / EVENT

Keluargakokoh, Jendela Informasi Keluarga Indonesia

PT Semen Indonesia meluncurkan website www.keluargakokoh.com, Kamis, (11/05). Acara yang bertempat di ruang Pola, Gedung Pusat Penelitian Semen,

Read more

Rice Cooker pilih yang aman & bertek…

23-07-2011 Hits:4177 Home Appliance

Rice Cooker pilih yang aman & berteknologi

Bersyukurlah selepas rice cooker diciptakan menanak nasi menjadi semakin mudah, tabung besi ini memang telah menjadi idola para ibu rumah tangga. Hanya dengan mencuci bersih beras kemudian menakar air, tunggu...

Read more

gaya tatami kamar anak

12-03-2012 Hits:4099 Home Sweet Home

gaya tatami kamar anak

Desain kamar anak makin beragam. Tujuannya, agar anak merasa nyaman dan betah di kamar. Bentuk ranjang yang didesign seperti tatami membuat kamar anak ini terkesan lain daripada yang lain.

Read more

Desain Rumah MASA KINI

03-04-2012 Hits:4014 Arsitektur

Desain Rumah MASA KINI

Desain rumah masa kini tidak harus terpaku pada tren atau gaya tertentu. Kebiasaan dan gaya hidup pemilik serta kepedulian terhadap lingkungan, berpengaruh kuat pada desain sebuah hunian.

Read more

secondary skin agar rumah tak terasa pan…

08-10-2011 Hits:3983 Arsitektur

secondary skin agar rumah tak terasa panas

        Tak hanya berfungsi meredam sengatan panas matahari, secondary skin bisa diolah untuk memperindah wajah rumah.

Read more

Alternatif Material Dinding

13-08-2010 Hits:3894 MATERIAL

Alternatif Material Dinding

Pilihan material dinding, seperti bata merah dan bata putih kini semakin beragam. Namun, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Bagi orang awam, pilihan memakai bata merah sebagai material dinding tentu sudah lazim....

Read more

Online User

Kami memiliki 65 guests dan tidak ada anggota yang online

About Us

Hunian dan lingkungan merupakan topik hangat yang selalu dibicarakan. MAJALAH RUMAHKU hadir untuk mewadahi baik aspirasi para pembaca maupun pemasang, produsen di bidang arsitektur dan interior.
Website : www.rumahku-online.com
Email : rumahku@mediantara.com
Facebook : htt p://facebook.com/majalah.rumahku

Newsletter

Lokasi Kami

Copyright (c) rumahku.rumahku-online.com 2017. All rights reserved.
Web Development by harmonydesain.com