Dendrobium INDAH DIPANDANG

Bunga nan cantik berwarna warni dan tahan lama menjadi alasan pecinta bunga memelihara Dendrobium di rumah mereka. Selain indah, jenis anggrek juga sudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Dua tahun belakangan ini kita dikejutkan oleh sebuah fenomena, dimana beberapa jenis tanaman menjadi tren dan digandrungi banyak orang. Sebut saja Anthurium, Aglonema, dan Euphorbia. Bahkan jenis Anthurium ada yang dijual hingga ratusan juta rupiah per pohon.
Kendati banyak jenis tanaman baru menjadi koleksi, namun sejatinya primadona para penggemar tanaman hias adalah anggrek. Pasalnya, harga anggrek tetap stabil setiap waktu. Tak peduli jenis tanaman apa yang sedang digemari. Orang boleh berganti-ganti memelihara jenis tanaman hias. Tapi, penggemar anggrek tetap bergeming.
Ada beberapa jenis anggrek yang dikenal yaitu Cattleya, Dendrobium, Grammatophylum, Oncidiu, Phalaenopsis (anggrek bulan), Spathyphyllum (anggrek tanah), dan Vanda (anggrek potong). Dari beberapa jenis tersebut Dendrobium merupakan jenis angrek yang paling populer, karena pemeliharaannya mudah dan rajin berbunga. Bahkan bunga Dendrobium dapat bertahan kurang lebih dua minggu.
Dendrobium adalah jenis anggrek asli Indonesia yang mempunyai banyak warna, bentuk, serta aroma yang khas. Anggrek ini merupakan salah satu genus anggrek terbesar yang terdapat di dunia yang hidup di dataran rendah. Diperkirakan jenis anggrek ini terdiri dari 1600 spesies. Jumlah ini bisa makin banyak, karena Dendrobium mudah disilang. Bentuk bunga anggrek Dendrobium memiliki sepal yang bentuknya hampir menyerupai segitiga dasarnya bersatu dengan kaki kolon untuk membentuk taji. Petal biasanya lebih tipis dari sepal dan bibirnya berbelah (lihat foto).

Pemeliharaan
Menanam Dendrobium tidaklah sulit, cukup sediakan media tanam dan bibit yang baik. Media tanam yang baik adalah yang tidak cepat lapuk, memudahkan akar menempel, berongga  (porous) untuk sirkulasi udara, dapat menyimpan zat hara, serta tidak mudah menjadi sumber penyakit. “Media bisa berupa  arang kayu, dan pecahan genteng atau bata,” kata Endi supervisor toko Trubus Cimanggis Depok. “Tetapi untuk skala komersial biasanya media yang digunakan hanya arang,” lanjutnya.
Seperti jenis angrek lain, Dendrobium dapat tumbuh sehat pada suhu 15-28 derajat celcius, dengan kelembaban yang pas, penyiraman bisa dilakukan sekali atau dua kali sehari, tergantung cuaca. Penempatan Dendrobium pun tidak boleh sembarangan. Tempat yang baik, menurut Endi adalah ditempat yang tidak terlalu teduh atau terlalu terkena sinar matahari langsung (sekitar 60 persen terkena sinar matahari). Jika memungkinkan pasang paranet diatas lokasi tanam. Namun untuk skala rumah tangga, anggrek bisa ditaruh di bawah pohon. 
Selain media tanam yang baik, Dendrobium juga menginginkan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan dan pembuangan. Tanpa nutrisi yang cocok Dendrobium tidak akan bisa tumbuh dan berbunga dengan baik. Untuk Dendrobium yang masih kecil, pupuk yang baik adalah yang banyak mengandung unsur N, yang bisa mempercepat pertumbuhan.
Sementara untuk pembungaan, pupuk yang cocok adalah yang mengandung banyak unsur P (pospor). “Pemupukan bisa dilakukan dua kali seminggu”.
Dendrobium juga memiliki musuh, yakni kutu, ulat dan jamur. Untuk itu, semprotkan insektisida atau fungisuida secara berkala satu atau dua kali sebulan. Selain indah dipandang dendrobium juga manis untuk dibudidayakan. Harganya pun stabil mulai Rp 20.000 sampai jutaan rupiah tergantung jenis. Endi mengatakan, ada dua jenis dendrobium, yakni spesies dan hybrid (hasil silangan). Jenis spesies biasanya dibeli oleh para kolektor dan harganya lebih mahal. “Makin langka biasanya harga makin mahal,” Tapi bagi pecinta berat anggrek harga tentu bukan masalah.

Tips Merawat Anggrek

    -    Lokasi, suhu dan kelembaban: Anggrek             akan tumbuh dengan baik di dataran tinggi             (di dataran rendah juga bisa hidup, tetapi             harus memenuhi ketentuan yang tepat),             suhu berkisar 15 - 35 derajat Celcius (suhu             optimum 21 derajat Celcius) dengan             sirkulasi udara yang baik. Kelembaban             udara berkisar 65 - 70 %.
    -    Cahaya matahari: Tanaman anggrek             pantang kena sinar matahari langsung,             tetapi masih toleran terhadap sinar             matahari pagi (antara jam 7 - 9 pagi).             Anggrek yang kurang dapat cahaya             matahari tumbuh kurus, berdaun sempit             dan panjang, sebaliknya jika kelebihan sinar             matahari daun akan menguning seperti             terbakar. Anggrek akan tumbuh dengan             baik jika digantung di bawah kerimbunan             pohon.
    -    Penyiraman: Tidak ada patokan tepat             untuk menyiram anggrek. Cara praktis             untuk mengetahui apakah tanaman sudah             perlu disiram dengan memantau kondisi             media tanamnya. Penyiraman sebaiknya             dengan sprayer dan air yang digunakan             bebas kaporit dan senyawa kimia lainnya.             Anggrek muda lebih membutuhkan banyak             air, penyiraman sebaiknya 1 hari 1 kali.             Untuk anggrek yang lebih besar, 2 hari             sekali cukup memadai. Terlalu banyak air             akan membuat anggrek mudah diserang             jamur yang menyebabkan daun dan akar             membusuk. Bunga anggrek sebaiknya             jangan terkena air karena akan cepat             rontok.
    -    Pemupukan: Anggrek perlu dipupuk             untuk membuatnya rajin berbunga. Tips             untuk memilih pupuk yang tepat adalah             pilih pupuk cair (pupuk daun), unsur makro             NPK harus disesuaikan dengan usia             tanaman (anggrek muda memerlukan unsur         N lebih banyak, sedangkan anggrek siap             berbunga memerlukan unsur P lebih             banyak). Pemupukan dilakukan seminggu             sekali dengan dosis 1/2 sdt untuk 1 liter air.             Semprotkan larutan pupuk dengan sprayer             pada bagian daun dan akar. Pemupukan             bisa dilakukan lebih sering dengan             mengurangi dosis.
    -    Media tanam: Media tanam yang baik             adalah yang tidak cepat lapuk,                 memudahkan akar menempel, berongga             (porous) untuk sirkulasi udara, dapat             menyimpan zat hara, serta tidak mudah             menjadi sumber penyakit. Macam media             adalah pakis, moss, sabut kelapa, arang kayu,         pecahan batu bata atau genteng.
    -    Pot: Untuk pot bisa dipilih pot tanah atau             plastik. Pot tanah bisa menyimpan air,             sedangkan pot plastik tidak. Aggrek juga             bagus ditanam di blok pakis dan digantung             di bawah pohon. Secara berkala sebaiknya             dilakukan repotting, misalnya 6 bulan sekali             untuk memberi ruang lebih pada akar             anggrek.