AREA PENYIMPANAN WARDROBE Bikin Praktis dan Rapi

                Area penyimpanan sejatinya merupakan bagian penting dalam sebuah ruangan, baik untuk hunian, kantor atau bangunan-bangunan lainnya. Berbagai macam barang yang kita miliki tentu membutuhkan

 “tempat” untuk disimpan. Ggudang, lemari, credenza dan wardrobe adalah sebagian contoh area penyimpanan.

 

ABOUT WARDROBE

             Wardrobe merupakan lemari pakaian yang berbentuk furnitur built-in. Fungsinya untuk menampung sejumlah pakaian yang terdiri dari jas, blazer, baju kerja, kemeja, t-shirt, celana panjang, gaun hingga sprei atau bed cover. Wardrobe juga identik dengan walk-in closet. Walk-in closet adalah sebutan untuk satu ruangan yang terdiri dari, shower area, closet, wastafel dan meja rias, yang juga dilengkapi dengan wardrobe di dalamnya. Semuanya menyatu dalam sebuah ruangan.
 
    Info

 - Tinggi lemari standar berkisar 220-225 cm. Untuk furnitur built-in, bisa lebih tinggi, menyesuaikan dengan ketinggian plafon.

- Kedalaman lemari 55-65 cm, panjang lemari relatif.
- Pilihan model pintu lemari : swing, folding (lipat) dan sliding (geser). Pintu folding memungkinkan isi lemari terlihat lebih lega. Pintu sliding tepat untuk ruang sempit dan terbatas. Untuk lemari bentuk menyudut (Ll shape), salah satu pintu bisa menggunakan pintu swing dengan engsel 180º supaya lebih lega.

Jenis dan desain wardrobe

          Jenis wardrobe bisa berbentuk lemari, ruangan tersendiri, ataupun open wardrobe (terbuka).
Bagian dalam wardrobe umumnya terdiri dari laci, rak, kotak penyimpanan, fix hanger dan pull down hanger. Untuk rangkanya, bisa terbuat dari stainless steel, aluminium atau kayu. Desain wardrobe bervariasi, sesuai dengan kebutuhan dan selera. Aada yang menerus hingga plafon, ada pula yang menyisakan ruang di atas lemari. Bentuknya bisa menerus (single line), atau menyudut L shaped, disesuaikan dengan kebutuhan dan layout kamar tidur.

Di mana ditempatkan ?
Idealnya wardrobe berada diantara kamar tidur dan kamar mandi. Wardrobe juga bisa diletakkan menyatu dengan tempat tidur, atau terpisah membentuk sebuah ruang tersendiri. Jika kamar tidur Aanda luasannya terbatas, sebaiknya pilih jenis wardrobe yang posisinya menyatu dengan kamar tidur.

 

Apa yang harus diperhatikan ?
ORGANISASI RUANG
Pada prinsipnya, desain ruang dalam wardrobe harus efisien dan fleksibel. Untuk wardrobe berukuran kecil, cukup sediakan sepasang gantungan, beberapa laci, dan rak, yang cukup untuk mewadahi koleksi pakaian yang kerap A anda kenakan.
 
Desain rak bisa dibuat kombinasi, yaitu terbuka dan tertutup, dengan organisasi yang jelas. Pisahkan area untuk pakaian gantung, rak untuk pakaian lipat, tas, dasi atau koper/travel bag. Untuk penyimpanan sepatu, pisahkan tempatnya dari tumpukan baju-baju Aanda. Iingat, sepatu yang tersimpan dalam lemari, harus dalam kondisi bersih dan terbungkus dalam kantong atau kotak sepatu. Sebagai tempat penyimpanan perhiasan atau dasi, gunakan laci geser berbentuk wafel. Untuk penyimpanan aksesoris seperti saputangan, ikat pinggang dan kaca mata, bisa juga diletakkan dalam tray khusus yang berada pada bagian atas laci. Tempatkan dalam wadah transparan, untuk memudahkan pencarian saat dibutuhkan.
 
FAKTOR KEMUDAHAN

          Biasanya, wardrobe tingginya menyentuh plafon. Selain untuk memaksimalkan penggunaan ruang, juga lebih praktis dan tidak perlu repot untuk membersihkan bagian atas lemari yang seringkali menjadi sarang debu dan kotoran. Lemari bagian atas, gunakan untuk menyimpan barang-barang yang jarang digunakan, seperti koper, travel bag, atau persediaan bantal guling baru. Untuk menjangkaunya, jangan lupa sediakan tangga kecil yang multiguna. Lemari bagian bawah, gunakan untuk tempat pakaian gantung, Llengkapi dengan gantungan pakaian non statis (lift hanger) yang berfungsi memudahkan pengguna saat mengambil pakaian di gantungan tinggi. Terdapat tongkat untuk menarik palang besi gantung ke arah bawah-luar. Sediakan juga laci dan rak geser yang memudahkan saat mengambil barang. Jika ruangan Aanda sempit, gunakan pintu geser atau sliding door untuk menghemat tempat.

SESUAIKAN KEBUTUHAN

           Sentuhan personal pengguna harus diutamakan saat merancang wardrobe. Perhatikan dengan teliti kebutuhan penggunanya. Masing-masing orang memiliki tuntutan kebutuhan berbeda, termasuk dalam hal koleksi pakaiannya. Wardrobe di kamar tidur utama, harus teroganisir dengan jelas, antara area isteri dan suami. Jika wardrobe digunakan untuk berdua bersama pasangan, masing-masing harus memiliki area privasi dimana mereka bisa menata dan mengaturnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Biasanya, koleksi pakaian isteri cenderung lebih banyak dibandingkan suami. Karenanya, sediakan ruang lebih banyak untuk menyimpan koleksi nyonya rumah. Perhatikan ukuran ruang pada dinding dimana wardrobe akan diletakkan. Ukuran dan skalanya harus mempertimbangkan aspek ergonomik dan besaran ruang yang ada, agar ruang yang tersedia menjadi lebih efektif.

 Penulis : Susi W Satriyo Fotografer : Rricky & Aalfredo