Hadirkan Kenyamanan DI RUMAH MUNGIL
- Kategori Induk: ARSITEKTUR & DESIGN
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Rabu, 03 Maret 2010 23:00
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 8930
- 03 Mar
Keterbatasan luasan di rumah mungil bukan halangan untuk
mendapatkan kenyamanan. Perletakan ruang, hubungan antar
ruang dan kemudahan memperoleh view dan cahaya menjadi salah
satu kuncinya.
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, sebagai
tempat berlindung atau berteduh dari teriknya matahari dan
hujan. Tersedia banyak pilihan untuk memiliki rumah tinggal.
Bisa membangun dari awal di sebuah lahan kosong, membeli rumah
seken lantas merenovasinya, atau membeli jadi rumah di kompleks
perumahan.
Umumnya rumah yang dibeli di perumahan, memiliki tipe danbentuk rumah yang sama. Luas tanahnya pun sudah ditentukan.
Bagaimana mewujudkan kenyamanan dalam sebuah rumah tinggal di
kompleks perumahan yang umumnya memiliki luasan terbatas?
Perumahan Serpong Green Park adalah salah satu yang peduli
terhadap kenyamanan penghuninya. Menurut arsiteknya, Ir. Eka Novan
Riwanto, selain memenuhi kebutuhan ruang, rumah yang ditawarkan
juga memperhatikan layout dan faktor tanggap iklim tropis. Dan, semua
itu dihadirkan demi mewujudkan kenyamanan secara maksimal untuk
penghuni.
Kenyamanan secara arsitektural, meliputi kenyamanan spatial(ruang), thermal (suhu), visual (penglihatan) dan audial (pendengaran).
Kenyamanan spatial merupakan kemudahan pergerakan di dalam
bangunan; kenyamanan thermal adalah kenyamanan suhu di dalam
ruang. Sedangkan kenyamanan visual adalah kenyamanan untuk
mendapatkan view menarik, sementara kenyamanan audial terkait
dengan pendengaran dalam ruang. Mari kita cermati, bagaimana
sebuah rumah di kompleks perumahan berusaha menciptakan
kenyamanan bagi penghuninya.



















