GAYA RESOR DI RUMAH TROPIS

Rimbunnya pepohonan di pekarangan yang luas menjadi sajian utama di rumah ini. Lahan berkontur dan taman tropis mendukung konsep resor tropis Asia yang diusungnya. Rumah dengan halaman luas lengkap dengan rimbunnya pepohonan menjadi suatu hal yang jarang ditemui, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Namun, itulah yang dapat ditemukan di kediaman keluarga Dedi Hidayat dan Firda Hidayat di kawasan Cirendeu, Tangerang.
Pekarangan yang luas di bagian depan dan belakang rumah, terlihat mendominasi. Bisa dibayangkan, di atas lahan seluas 1.100m², bangunan hanya mengambil luasan sekitar 300m². Sedangkan area sisa seluas 700 m² dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengolahan lansekap, seperti jalan mobil menuju parkir di semi basement, taman, hamparan rumput serta rimbun pepohonan dan perdu.
 
Mencermati tatanan dan pengolahan yang dirancang, dapat disimpulkan bahwa rumah ini mengedepankan unsur tropis. Menurut Firda Hidayat, sang nyonya rumah sekaligus arsitek yang merancang rumah ini, konsep resor tropis Asia memang menjadi pilihannya dan suami. Untuk mewujudkannya, sengaja Firda dan suami mencari kaveling yang berkontur tajam. Karena, lahan yang memiliki topografi tidak rata akan mendukung konsep rumah yang mereka inginkan.
Lahan berkontur sengaja dibiarkan, hingga memaksa penerapan split level dalam pengolahan ruang dalamnya. Hal ini justru menjadi kekuatan desain rumah ini. Kesan dinamis sangat terasa. Konsep ini pula yang membuat rumah tak terasa sebagai bangunan yang terdiri dari beberapa lantai.
Penghubung antar lantai di ruang-ruang utama tidak didesain secara massif melalui tangga tertutup, namun semuanya dibiarkan mengalir dan terbuka melalui mezzanine dan undak-undakan lebar.
Mendukung konsep resor tropis Asia, aplikasi material kayu terlihat sangat mendominasi. Kayu jati dan bangkirai finishing polyurethane non pore banyak digunakan sebagai elemen pada plafon, lantai dan dinding. Sementara untuk bagian luar bangunan, beberapa sudut dilapis batu alam berupa batu sikat, batu kali dan sikat jampang yang memperkuat nuansa tropis.
Dikemas dengan sentuhan arsitektur tropis yang kental, rumah ini mengedepankan bukaan-bukaan yang menghasilkan ventilasi silang. Bentuk atap miring, plafon tinggi dan banyaknya bukaan lebar didukung dengan ruang terbuka dan pepohonan yang mengelilingi rumah, menghasilkan rumah yang jauh dari panas atau lembab.
 
Teras juga berusaha dihadirkan di beberapa ruangan, semisal di kamar tidur, ruang makan atau di teras belakang. Tak heran, karena selain mendukung prinsip arsitektural tropis, keberadaan teras tentunya menjadi tempat favorit dalam menikmati lingkungan rumah yang sangat alami.
Merasakan semilir angin yang leluasa masuk ke dalam rumah, sembari memandang rimbunnya taman tropis, tentu menjadi aktifitas yang menyenangkan. Berada di dalam rumah ini, segala keruwetan metropolitan seakan terlupakan.

Lokasi : kediaman Dedi Hidayat dan Firda Hidayat, Cirendeu, Tangerang
Arsitek : Firda Hidayat
Penulis : Susi W Satriyo
Fotografer : Richard R Mandala