Pertumbuhan Properti Terus Menguat
- Kategori Induk: PROPERTY & REFERENSI BISNIS
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Selasa, 02 Agustus 2011 20:44
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 5700
- 02 Agu
Sampai semester I, 2011 pertumbuhan sektor properti diprediksi akan terus menguat. Hal itu ditandai dengan peningkatan transaksi penjualan properti secara signi kan.
Hasil riset yang dilakukan oleh dua konsultan properti, yakni Jones Lang Lassale dan Cushman & Wakefield, secara terpisah menyebutkan bahwa pertumbuhan sektor properti akan terus menguat hingga semester I - 2011. Head of Research Jones Lang Lassale Indonesia Anton Sitorus mengatakan, pertumbuhan sektor properti dipengaruhi membaiknya fundamental ekonomi, diantaranya penguatan nilai rupiah dan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) 6,75 persen. Dan suku bunga kredit perbankan juga mendorong properti menguat. Bertambahnya pasokan properti mencatatkan kenaikan permintaan dan mendorong pertumbuhan penjualan. Kenaikan penjualan properti juga mendorong penambahan nilai penjualan industri properti Tanah Air. Pertumbuhan penjualan semua sektor properti cenderung merata pada kisaran 10-12%. “Industri properti Indonesia dalam kondisi baik setelah sempat melambat tahun lalu. Hal ini terbukti dari besarnya pasokan ataupun permintaan properti. Kenaikan pasokan properti sebagai respon atas pertumbuhan permintaan. Kami yakin kondisi makroekonomi masih akan stabil hingga tahun ini,” kata Anton.
Berlomba Memacu Pertumbuhan

Fakta yang tampak dari giatnya pendorong penjualan property, seperti yang dilakukan oleh PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Perseroan yang bergerak di bidang perumahan, mal atau pusat perbelanjaan, perdagangan dan jasa akomodasi hotel ini barusan telah menjadi perusahan terbuka atau go publik. Dengan demikian, menjadi perusahaan terbuka merupakan suatu langkah terobosan untuk maju. “Ini akan bisa memacu pertumbuhan perusahaan,” kata Ir Nanda Widya President Director PT Metropolitan Land Tbk (Metland) kala itu. Sebelum melakukan IPO, memang Metland terbukti mampu menjadi perusahaan dengan pertumbuhan yang solid dan memiliki masa depan yang cerah. Lihat saja hasil rekam jejak keuangan Metland 2006-2010, rata-rata tumbuh 17 persen, laba kotor 25 persen, laba usaha 36 persen dan laba bersih 76 persen setiap tahunnya. Belum lagi, dari sisi pemasaran, Metland sudah lebih aktif dengan networking yang selalu diperluas. Bahkan sudah memiliki tambahan servis di Integrated Costumer Relation. Sehingga, konsumen bisa mengakses website Metland untuk melihat foto-foto perkembangan pembangunan secara bertahap per minggu. Hal ini untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu. “Dari sisi teknis, kami juga merupakan salah satu dari sedikit perusahaan yang memiliki standar ISO 9000 : 1 2008. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas,“ ungkap Wahyu Sulistio GM Corporate Communication PT Metropolitan Land Tbk (Metland).
Dari berbagai proyek residensial Metland rata-rata memang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Metland Menteng misalnya. Hunian yang dikembangkan diatas lahan 130 Ha ini semakin mentereng bertengger di kawasan Jl Hamengku Buwono IX Jakarta Timur. “Keunggulan akses, memang merupakan salah satu faktor penentu tingginya volume penjualan di Metland Menteng,” ujar Ir. MA. Widyastomo, General Manager PT. Metropolitan Land. Optimisme itu membuat Metland Menteng semakin yakin bahwa cluster teranyar mereka bertajuk cluster Teresta akan mampu membukukan angka penjualan sebesar Rp 80 miliar hingga akhir Juni 2011 mendatang. Sementara di kawasan Cileungsi, proyek properti Metland pun makin berkibar. Kawasan seluas 120 Ha yang telah dihuni sekitar 1.300 KK itu mampu menjadi satusatunya perumahan peraih angka penjualan tertinggi, sebesar Rp 38,5 miliar hingga bulan April 2011 lalu dibanding perumahan lain yang menyasar segmen menengah di Cileungsi.Sedikit ke area Cibubur, proyek residensial hasil besutan Metland pun menjadi primadona baru. Maklum, kawasan hunian Metland Transyogi seluas 122 HA yang dikembangkan anak perusahaan Metland PT. Kembang Griya Cahaya sejak tahun 1996 itu tampak lebih tertata dan teratur. Pada periode Januari hingga April 2011, volume transaksi penjualan disini sudah mencapai Rp 30 miliar. “Ini bukti bahwa animo konsumen tetap tinggi berhuni di Metland Transyogi,“ ungkap Ir. Bambang Irianto, General Manager PT. Kembang Griya Cahaya.
Animo Tetap Tinggi
“Industri properti Indonesia dalam kondisi baik setelah sempat melambat tahun lalu. Hal ini terbukti dari besarnya pasokan ataupun permintaan properti. Kenaikan pasokan properti sebagai respon atas pertumbuhan permintaan. Kami yakin kondisi makroekonomi masih akan stabil hingga tahun ini.”
Kabar baik lainnya datang dari kawasan Jakarta Barat. Animo konsumen memilih hunian disini juga terbilang tinggi. Salah satu faktanya adalah seperti yang terjadidi kawasan perumahan Daan Mogot baru. Disini akan dibangun sebuah hunian vertikal bertajuk Sky Terrace hasil besutan pengembang PT Fajar Surya Perkasa (Fassa). Meski baru pre-launch pada pertengahan bulan April 2011 lalu, sudah 78 unit dari berbagai tipe terjual dari 300 unit yang dipasarkan. Diprediksi, sedikitnya sekitar 200 unit akan terserap pasar sebelum grand launching pada tanggal 29 Mei 2011. Sedangkan di kawasan Bekasi, animo konsumen memilih hunian juga tetap tinggi. Seperti hunian yang berada di Kota Deltamas. Kota mandiri seluas 3000 ha itu benar-benar menjadi kawasan hunian yang diperuntukkan bagi penghuni yang ingin menjaga kualitas hidup, pusat bisnis serta investasi. “Kuatnya animo konsumen kesini, diperkirakan akan mendongkrak nilai transaksi penjualan properti Kota Deltamas. Hingga akhir tahun 2011 diperkirakan akan mencapai Rp 400 Milyar. Jadi, dari beberapa fakta riil para pengembang yang memacu pertumbuhannya, pilihannya tetap pada konsumen untuk menentukan pilihan. Yang pasti, transaksi penjualan meningkat indikasinya animo konsumen tetap menjulang.



















