KEKUATAN LOKAL dalam RUMAH MODERN
- Kategori Induk: PROPERTY & REFERENSI BISNIS
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Rabu, 12 Jun 2013 22:09
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 6105
- 12 Jun

Perpaduan unsur Timur dan Barat serta kehidupan tradisional dan modern dihadirkan dalam sebuah bangunan yang bernilai sejarah. Atmosfer natural tampil lewat penggunaan materi alam dan lokal secara maksimal. Merenovasi bangunan yang dikategorikan sebagai bangunan bersejarah dan berlokasi di
kawasan konservasi, bukanlah hal mudah. Banyak faktor dan peraturan harus dipertimbangkan, termasuk larangan untuk mengubah fasad, terkait kriteria bangunan yang masuk dalam kategori “B”. Itulah yang dilakukan oleh arsitek senior, Cosmas Gozali saat merenovasi rumah tinggal Duta Besar Swiss yang berlokasi di Menteng, Jakarta. Di atas tanah seluas 1.500 meter persegi, bangunan terdiri dari rumah asli yang dibangun pada tahun 1930-1940an dan paviliun area service tambahan yang berasal dari tahun 1950-60an. Fasad rumah asli bergaya Art Deco dilarang untuk diubah. Perubahan secara struktural dan fisik hanya boleh dilakukan pada batas 12 meter ke belakang. Cosmas hanya menggeser pintu masuk utama yang semula berada di samping rumah ke depan rumah, -agar lebih mudah dalam sirkulasi-, serta menambahkan kanopi datar untuk memperkuat area entrance. Adapun untuk paviliunnya, dirancang ulang oleh Cosmas sesuai dengan tuntutan kebutuhan, dengan karakter sederhana yang modern.
Penyatuan Karakter
Desain rumah ini menyatukan karakter Timur dan Barat, antara Indonesia, Swiss, dan Belanda, mengingat bangunan ini merupakan peninggalan jaman Belanda. Muatan lokal tercermin lewat penggunaan material, detil dan konsep yang mengusung tradisi. Material batu bata, kayu, bambu dan batu tampil menarik bersanding dengan stainless steel dan baja untuk kesan modernnya. Aplikasi corak kawung pada dinding cermin dan karpet, furnitur rotan dari Alvin Tjitrowirjo yang sangat kuat sentuhan Indonesia, area kolam renang yang terasa bernuansa Bali, ataupun desain kamar mandi terbuka yang terinspirasi dari Bale Bengong, menjadi representasi dari tradisi lokal. Adapun karakter Barat ditampilkan lewat detil-detil Art Deco yang tetap dipertahankan, penggunaan furnitur asal Italy di ruang dalam, serta sistem grounded sesuai standart Swiss yang menghasilkan zero electricity di rumah ini. Selain itu, beberapa detil yang menampilkan logo negara Swiss juga turut ditampilkan



















