Penyatuan Karakter
- Kategori Induk: PROPERTY & REFERENSI BISNIS
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Jumat, 14 Jun 2013 19:10
- Ditulis oleh admin1
- Cetak
- 14 Jun

Desain rumah ini menyatukan karakter Timur dan Barat, antara Indonesia, Swiss, dan Belanda, mengingat bangunan ini merupakan peninggalan jaman Belanda. Muatan lokal tercermin lewat penggunaan material, detil dan konsep yang mengusung tradisi. Material batu bata, kayu, bambu dan batu tampil menarik bersanding dengan stainless steel dan baja untuk kesan modernnya. Aplikasi corak kawung pada dinding cermin dan karpet, furnitur rotan dari Alvin Tjitrowirjo yang
sangat kuat sentuhan Indonesia, area kolam renang yang terasa bernuansa Bali, ataupun desain kamar mandi terbuka yang terinspirasi dari Bale Bengong, menjadi representasi dari tradisi lokal. Adapun karakter Barat ditampilkan lewat detil-detil Art Deco yang tetap dipertahankan, penggunaan furnitur asal Italy di ruang dalam, serta sistem grounded sesuai standart Swiss yang menghasilkan zero electricity di rumah ini.
Selain itu, beberapa detil yang menampilkan logo negara Swiss juga turut ditampilkan. Atas Lantai batu andesit polished, taburan batu koral dan beton cheaping pada plafond, untuk menampilkan kekuatan lokal. Plafon dihiasi detil dari kayu membentuk logo negara Swiss. Kolom struktural yang dibentuk dari empat pipa dibungkus plat baja, menghadirkan kesan industrial yang modern di rumah ini. Atas Teras belakang didesain dengan lebar 4 meter, untuk menyiasati panas matahari. Dinding dari bata yang yang disusun dengan ritme tertentu, tampilan yang ekspresif. (insert) Detil batu bata membentuk logo negara Swiss
Atas
Panel secondary skin menggambarkan konsep yin dan yang. Masing-masing panel dalam modul tertentu bisa dibuka, sehingga memudahkan perawatan.
Kanan Tengah
Detil yang “kaya Indonesia” dari cetakan stempel batik motif floral pada panel secondary skin.
Kiri Tengah
Desain lansekap bertabur batu koral dihiasi karya seni perupa Noor Ibrahim dari material stainless steel, yang menggambarkan
human interest.
Kanan Bawah
Ornamen kawung pada dinding cermin
di area foyer. Elegan.
Kiri Bawah
Ruang duduk yang elegan dalam warna natural,
yang mengusung tematik benang merah desain keseluruhan.
Sofa Itali, dipadu karpet motif kawung sebagai sentuhan lokal. Warna teracota pada bantal kursi, diambil dari warna genteng rumah.
Panel secondary skin menggambarkan konsep yin dan yang. Masing-masing panel dalam modul tertentu bisa dibuka, sehingga memudahkan perawatan.
Kanan Tengah
Detil yang “kaya Indonesia” dari cetakan stempel batik motif floral pada panel secondary skin.
Kiri Tengah
Desain lansekap bertabur batu koral dihiasi karya seni perupa Noor Ibrahim dari material stainless steel, yang menggambarkan
human interest.
Kanan Bawah
Ornamen kawung pada dinding cermin
di area foyer. Elegan.
Kiri Bawah
Ruang duduk yang elegan dalam warna natural,
yang mengusung tematik benang merah desain keseluruhan.
Sofa Itali, dipadu karpet motif kawung sebagai sentuhan lokal. Warna teracota pada bantal kursi, diambil dari warna genteng rumah.