EKSPRESIF DENGAN TATANAN ETNIK
- Kategori Induk: PROPERTY & REFERENSI BISNIS
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Jumat, 01 Juli 2011 07:00
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 8083
- 01 Jul

Meja makan dari kayu solid berdesain etnik, lukisan, lampu gantung dan hiasan di plafon, menampilkan keselarasan dalam nuansa etnik yang kuat. Dilengkapi dengan warna hijau, yang mengundang selera makan,
Terletak di hoek, luas tanah rumah ini tidaklah terlalu besar, hanya 144 m². Namun, berkat tangan dingin pemilik rumah yang sekaligus arsitek rumah ini, Lukas mampu menyulapnya menjadi hunian yang sangat nyaman, apik dan asri. Awalnya rumah ini merupakan rumah tipe 45, dengan desain fasad yang sedang berkembang pada masanya. Karena tuntutan kebutuhan ruang, Lukas dan Vivi sepakat untuk merenovasinya, dua tahun silam. Renovasi yang dilakukan bisa dibilang total. Selain merombak hampir semua ruang yang ada, sempitnya lahan juga memaksa rumah dikembangkan ke arah vertical.Meski luasannya terbatas, namun rumah ini sangat nyaman ditempati. Didukung tatanan bergaya etnik dengan warna-warna terang, membuat suasana ruang menjadi segar dan menyenangkan.
Tangga pun berdandan etnik. Pegangan tangga terbuat dari batang bambu, anak tangga dihiasi patung bebek khas Bali pada tiap anak tangganya, serta pajangan foto-foto di sepanjang dindingnya. Agar terlihat “hidup dan asri” ditempatkan batang pohon pisang di sudut bawah tangga. Void di area tangga, dhiasi elemen batu yang kental, berupa batu paras dan batu palimanan yang disusun secara acak. Warna hijau digunakan lagi di lantai dua yang merupakan ruang bermain anak, agar terdapat kesinambungan dengan ruang di lantai bawah. Sang arsitek juga berhasil mengakomodir semua kebutuhan ruang. Meski luasannya terbatas, namun rumah ini memiliki tiga kamar tidur, dapur sekaligus pantry, ruang makan, ruang keluarga, ruang kerja, ruang bermain anak, area servis, serta carport yang dapat menampung dua buah mobil. Namun, tatanan ruang di rumah ini tak lantas terlihat padat dan sesak. Itu karena, beberapa ruangan sengaja dibuat plong tanpa pembatas masif. Koneksitas ruangan menjadi hal utama. Semisal antara ruang keluarga, ruang kerja, ruang makan dan dapur, yang terletak di lantai satu, yang saling terkoneksi secara visual. Jadi, sambil beraktivitas, masing-masing penghuni dapat saling berkomunikasi dengan mudah, sekaligus membuat harmonis keluarga. Selain itu, yang lebih menarik dari tatanan rumah ini adalah, semua ruang menampilkan suasana yang nyaman dan asyik. “Meski rumah saya kecil, namun kita berupaya agar bagaimana caranya supaya tetap terasa nyaman dan asyik,” tutur Vivi. Kebetulan, pasangan suami isteri ini gemar akan barang-barang dengan nuansa etnik. Jadilah, rumah ini ditata dengan sentuhan etnik yang kental. Sebagian besar barang, art work.
Tatanan etnik ditampilkan lewat furnitur dan pernik dekoratif yang digunakan. Agar rumah sehat, tak lupa rumah didesain tanggap terhadap iklim tropis. Bukaan yang lebar, menjadi kekuatan untuk masuknya udara dan cahaya alami masuk ke rumah. Jendela lebar sekaligus berfungsi sebagai pintu. Berhadapan dengan pintu adalah carport dilengkapi dengan kolam, yang sekaligus berfungsi sebagai barrier dari luar rumah. dan pernik etnik diperolehnya saat bertandang ke Bali atau Yogyakarta. Ada yang secara khusus dipesan (custom made), namun ada pula yang diperoleh secara tak sengaja. Dan, semua barang dan pernik etnik tersebut, sudah jauh-jauh hari dibeli karena memang mereka sangat gemar mengoleksi. Jadi saat selesai renovasi, semua barang dan pernik tersebut sudah mendapatkan tempat pajang yang pas. Sentuhan etnik di rumah ini tak lantas membuat tatanan terlihat “berat”, gelap ataupun old style. Penggunaan warna terang dan menyolok, mampu membuat ruangan terlihat ekspresif. Warna hijau terang dipilih di ruang makan dan pantry, hingga menerus ke dinding ruang bermain di lantai dua. Menurut Lukas, warna ini dipilih karena hijau adalah warna yang bisa membangkitkan selera makan. Dinding hijau bertekstur kasar dan pola kotak-kotak, menjadi point interest di rumah ini, yang juga membuat suasana di ruang makan terlihat cerah. Rumah ini bisa dibilang bagaikan sebuah “paket lengkap”, yang apik baik secara arsitektural maupun penataan ruang dalamnya. Penerapan konsep arsitektural tropis didukung oleh layout ruang, bukaan, pencahayaan, sun shading hingga elemen air, sehingga rumah menjadi sehat. Jadi, tak usah khawatir jika rumah Anda luasannya terbatas. Ide dan kreatifitas, diperlukan untuk menciptakan “suasana yang asyik” di istana Anda.
Sudut teras yang nyaman. Dinding teras ditutup batu bata ekspos, lantainya dari tegel kunci, agar muncul kesan etnik yang kuat. Hiasan di area pintu juga tak lepas dari sentuhan etnik yang tertata apik, didukung elemen dekoratif, pernik etnik dan penggunaan warna yang pas, menjadikan suasana ruangan nyaman dan cozy. Massa bangunan terlihat dinamis, lewat paduan bentuk kotak dan segitiga pada atapnya. Untuk menghalangi panas matahari sekaligus sebagai aksen, digunakan bilah-bilah bambu sebagai secondary skin pada fasad di lantai dua. Tak lupa, batu alam untuk menampilkan karakter yang kuat, dipilih untuk menutup massa bangunan area servis di sisi belakang.


















