Opulent Living 2025 Hadirkan Pengalaman Desain Mewah ala Kapal Pesiar
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Minggu, 02 November 2025 13:25
- Ditayangkan: Minggu, 02 November 2025 13:01
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 898
- 02 Nov
Pameran desain perdana bertajuk Opulent Living 2025: “Embarking on a Design Odyssey” hadir menyuguhkan pengalaman imersif luar biasa di The Warehouse, Plaza Indonesia (Level 5). Berlangsung selama sembilan hari penuh, 1–9 November 2025, pameran ini menandai transformasi revolusioner dalam cara publik mengalami dan berinteraksi dengan keunggulan desain arsitektur dan interior Indonesia.

Lebih dari sekadar pameran konvensional, Opulent Living 2025 merupakan perjalanan sensoris yang mengajak pengunjung mengarungi lautan keindahan desain melalui konsep inovatif “Luxury Cruise”, di mana setiap sudut ruang ditransformasi menjadi dek-dek kapal pesiar mewah — merayakan pertemuan antara nilai budaya Indonesia dan kecanggihan estetika global.
Embarking on a Design Odyssey: Sebuah Filosofi Kuratorial
Mengusung tema besar “Embarking on a Design Odyssey”, pameran ini mengajak publik memulai pengembaraan desain yang belum pernah ada sebelumnya — sebuah eksplorasi mendalam tentang bagaimana desain menjadi medium untuk menjelajahi berbagai dimensi kehidupan mewah.

Terinspirasi dari konsep odyssey dalam mitologi — perjalanan penuh penemuan, tantangan, dan transformasi — Opulent Living 2025 membawa pengunjung menelusuri “pelabuhan-pelabuhan desain”: dari ketenangan bawah laut hingga tropis Indonesia, dari geometri organik kehidupan laut hingga dialog antara Art Deco dan modernisme kontemporer.
Pameran ini menampilkan kolaborasi 10 maestro desain Indonesia, yaitu:
Alex Bayu, Cosmas Gozali, Domisilium Studio (Santi Alaysius & Hamphrey Tedja), Hans Susantio, Helen Agustine, Endramukti Design (Hidajat Endramukti & Anya P. Putri), Janice Tjioe, Kelvin Thengono, Ryan Salim (Lighting), dan Anggia Murni (Landscape).
Konsep Luxury Cruise: Navigasi Melalui Zona Desain yang Sophisticated
Konsep Luxury Cruise menjadi elemen utama dalam eksekusi pameran ini. Seluruh ruang The Warehouse diubah menjadi kapal pesiar imajiner yang berlayar melalui berbagai destinasi desain. Setiap zona dirancang sebagai deck berbeda — mulai dari lounge yang hangat, royal suite yang tenang, dining area yang elegan, hingga sun deck terbuka yang menonjolkan harmoni cahaya dan ruang.

Palet warna terinspirasi dari laut: biru dalam, aquamarine, dan sandy neutrals, berpadu dengan aksen emas dan perunggu yang memantulkan kehangatan cahaya matahari di atas air. Material seperti kayu alami, logam halus, dan tekstil mewah dipilih untuk membangkitkan sensasi maritime luxury yang autentik. Bahkan tata cahaya dan akustik dirancang dengan presisi untuk menciptakan atmosfer emosional yang berbeda di setiap zona — dari ruang yang kontemplatif hingga area sosial yang energik.
Pemilihan The Warehouse, Plaza Indonesia, merupakan keputusan strategis. Sebagai destinasi retail luxury paling prestisius di Jakarta, Plaza Indonesia telah lama menjadi simbol gaya hidup premium dan inovasi urban. Ruang luas dan fleksibel ini menjadi kanvas ideal untuk transformasi spasial total menjadi kapal pesiar desain — menghadirkan pengalaman lintas disiplin antara arsitektur, interior, seni, dan teknologi.

Karya 10 Maestro Desain Indonesia
Setiap desainer menghadirkan interpretasi unik tentang kemewahan, ruang, dan emosi dalam pengalaman spasial yang dirancang dengan visi berbeda namun berpadu harmonis.
-
Cosmas Gozali membuka perjalanan dengan The Light of Travel — ruang imersif terinspirasi The Great Wave karya Hokusai, meditasi arsitektural tentang ketenangan di balik kekuatan alam.

-
Helen Agustine menghadirkan Geometry of the Sea, menafsirkan keindahan karang dan cangkang spiral ke dalam instalasi spasial di dek kapal pesiar.
-
Janice Tjioe menautkan keanggunan era Victoria dengan vitalitas tropis dalam Reimagined Tropical Splendour — ruang feminin yang hangat dan modern.
-
Hans Susantio melalui Opulent Reverie merangkai dialog antara seni dan interior, menjadikan kemewahan sebagai pengalaman, bukan sekadar tampilan.
-
Kelvin Thengono menciptakan Tide of Calm, royal suite bernuansa laut yang menyeimbangkan kekuatan dan kedamaian melalui lekukan lembut dan cahaya berirama.
-
Domisilium Studio menampilkan A Fleeting Haven, mengubah jantung kapal pesiar menjadi lanskap sosial yang menekankan koneksi antar manusia.
-
Endramukti Design membawa semangat nusantara melalui Dining by the Archipelago, menonjolkan material alami seperti kayu dan marmer untuk mengekspresikan kehangatan tradisi.

-
Alex Bayu mempersembahkan Bon Voyage — interpretasi elegan kehidupan di atas air yang memadukan fluiditas ruang dengan kemewahan modern.
-
Ryan Salim, melalui ERRELUCE®, menyoroti peran cahaya sebagai jiwa arsitektur dalam The Master of Illuminations.
-
Anggia Murni menutup perjalanan dengan The Art of Landscaping, karya yang menegaskan pentingnya harmoni ekologis dan desain berkelanjutan — refleksi tiga dekade dedikasinya pada arsitektur lanskap Indonesia.
Setiap karya bukan hanya presentasi visual, melainkan narasi tentang filosofi, proses kreatif, dan perjalanan ide yang terwujud menjadi pengalaman spasial nyata.



















