Jotun Resmikan Pabrik Cat Berbasis Air di Cikarang, Dorong Inovasi Hunian Tropis

Cikarang, Jawa Barat — Jotun, perusahaan global terkemuka di industri cat dan pelapis (coating), resmi membuka pabrik cat berbasis air (water-based) terbaru di Cikarang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun. Peresmian ini menjadi bagian dari perayaan 100 tahun inovasi global Jotun sekaligus mempertegas komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu pasar strategis Jotun secara global. Dari lebih dari 100 negara operasional, Indonesia masuk dalam 10 besar kontributor terbesar. Hal ini didorong oleh pertumbuhan sektor konstruksi serta meningkatnya permintaan cat berkualitas tinggi yang sesuai dengan iklim tropis.

President Director Jotun Indonesia, Arun Kumar, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap potensi pasar nasional. “Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang Jotun. Peresmian pabrik ini memperkuat manufaktur lokal dan menghadirkan kualitas global lebih dekat kepada konsumen,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan target Kementerian Perindustrian yang mendorong pertumbuhan industri manufaktur hingga 5,51% pada 2026, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 18,56%. Kehadiran pabrik baru ini diharapkan memperkuat produksi dalam negeri, mendukung rantai pasok, serta meningkatkan daya saing industri lokal.

Pabrik cat terbaru Jotun ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 100 juta liter per tahun. Bagi pasar Indonesia, peningkatan ini akan memastikan ketersediaan produk yang stabil, distribusi lebih cepat, serta kualitas yang konsisten untuk kebutuhan proyek maupun hunian.

Fasilitas ini dilengkapi teknologi manufaktur modern dan terintegrasi yang memungkinkan proses produksi lebih efisien serta mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Perkuat Produksi Lokal dengan Standar Global

Peresmian pabrik ini menjadi langkah strategis Jotun dalam memperkuat kapabilitas produksi lokal dengan standar global. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan perusahaan lebih responsif terhadap kebutuhan pasar domestik yang terus berkembang.

Head of Marketing Jotun Indonesia, Husodo Hoe, menjelaskan bahwa pabrik ini akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadirkan produk yang relevan. “Kami memastikan setiap produk memiliki kualitas konsisten dengan standar global, sekaligus mampu menjawab kebutuhan spesifik pasar Indonesia. Fokus pada cat berbasis air juga sejalan dengan tren hunian modern dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, aspek keberlanjutan menjadi fokus utama dalam operasional pabrik. Jotun memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya serta menerapkan teknologi pengolahan limbah air yang memungkinkan penggunaan kembali dalam proses produksi.

Melalui investasi ini, Jotun menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama Indonesia, tidak hanya memperkuat industri cat dan pelapis, tetapi juga menghadirkan solusi hunian yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.