Semen Merah Putih Uji Coba MPTree, Teknologi Mikroalga Penyerap Karbon di Bekasi
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Rabu, 29 April 2026 16:05
- Ditayangkan: Rabu, 29 April 2026 16:05
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 70
- Cetak
- 29 Apr
Semen Merah Putih resmi menguji coba MPTree, teknologi berbasis mikroalga yang dirancang untuk menyerap karbon dioksida (CO₂) di area padat aktivitas. Uji coba dilakukan di pabrik Beton Merah Putih, Jatiasih, Bekasi, sebagai bagian dari pengembangan solusi rendah karbon yang terukur dan berbasis sains.
MPTree merupakan sistem photobioreactor yang memanfaatkan mikroalga untuk menyerap CO₂ melalui proses fotosintesis dalam ruang tertutup. Teknologi ini dikembangkan bersama AlgaePark Indonesia dan dirancang agar bisa digunakan di kawasan industri maupun perkotaan yang minim ruang terbuka hijau.

Solusi Penyerap Karbon di Area Minim Ruang Hijau
Di kota-kota besar, keterbatasan lahan hijau membuat penanaman pohon sering kali sulit dilakukan. Karena itu, MPTree hadir sebagai alternatif yang lebih efisien dari sisi ruang dan dapat ditempatkan di berbagai lokasi.
Teknologi ini juga dikenal sebagai “pohon cair” karena mampu menyerap CO₂ dan polusi udara secara efisien, terutama di area yang sulit ditanami pohon secara konvensional.
Saat ini, prototipe MPTree sedang diuji dalam kondisi nyata di lingkungan pabrik dengan aktivitas tinggi. Fokus pengujian meliputi:
- kemampuan menyerap CO₂
- kestabilan sistem
- integrasi teknologi di lingkungan kerja
- daya tahan operasional
Setara 8 Pohon, Ditargetkan Jadi 16 Pohon
Hasil awal menunjukkan kemampuan MPTree dalam menyerap karbon saat ini setara dengan sekitar 8 pohon, dan ditargetkan meningkat hingga setara 16 pohon setelah pengembangan lebih lanjut.
“Bagi kami, komitmen keberlanjutan dibuktikan lewat langkah nyata yang bisa diuji dan diukur. MPTree adalah bagian dari upaya kami menghadirkan solusi rendah karbon yang relevan untuk kawasan perkotaan,” ujar Nyiayu Chairunnikma.
Dirancang Ringkas dan Tahan Lama
MPTree dibuat dengan desain ringkas sehingga mudah ditempatkan di berbagai area tanpa mengganggu aktivitas sekitar.
Ukuran unit prototipe:
- Lebar: 1,30 meter
- Panjang: 1,90 meter
- Tinggi: 2,40 meter
Struktur utamanya menggunakan rangka baja modular yang kuat, sementara bagian reaktor dilindungi kaca tempered laminasi untuk keamanan.
Unit ini juga memiliki kapasitas air sekitar 300 liter yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan mikroalga secara stabil.
Bagian luar dilapisi panel aluminium komposit yang tahan korosi dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Beroperasi 24 Jam dengan Panel Surya dan IoT
Untuk mendukung operasional, MPTree memakai sistem tenaga hybrid, yaitu gabungan panel surya dan listrik PLN.
Dengan sistem ini, unit bisa beroperasi selama 24 jam penuh.
Selain itu, MPTree dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) dengan sensor pemantau real time untuk kadar CO₂, kadar O₂, suhu dan pH mikroalga.

Kolaborasi Teknologi Hijau
Direktur Utama AlgaePark Indonesia, Muhammad Zusron, mengatakan mikroalga memiliki kemampuan alami yang sangat baik dalam menyerap karbon.
“Melalui sistem photobioreactor, proses penyerapan karbon bisa dikontrol dan dioptimalkan secara presisi,” ujarnya.
Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menciptakan solusi lingkungan berbasis teknologi.
Langkah Nyata Menuju Industri Rendah Karbon
Menurut Semen Merah Putih, hasil pengujian MPTree akan menjadi dasar pengembangan teknologi hijau berikutnya.
“Transisi menuju masa depan rendah karbon membutuhkan keberanian untuk memulai, mengukur, dan terus menyempurnakan. Melalui MPTree, kami ingin membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” tutup Nyiayu.