Bangun Pabrik Lokal di Tangerang, Fortress Hadirkan Pintu Baja Efisien untuk Hunian Modern

Bagi Joni Effendi, Founder dan CEO JBS Perkasa dan PT Modern Metal Makmur (3M) Perkasa, pintu bukan sekadar elemen pelengkap arsitektur untuk membatasi luar dan dalam ruangan. Lebih dari itu, fungsi mendasar sebuah pintu adalah memberikan rasa aman bagi penghuninya.

Prinsip tersebut yang mendasari langkah Joni mendirikan PT Jaya Bersama Saputra Perkasa (JBS Perkasa) dan mengembangkan merek pintu baja Fortress. Dirancang sebagai alternatif pintu konvensional, Fortress memadukan kekuatan material baja dengan estetika visual yang adaptif untuk berbagai gaya hunian.

Mengubah Persepsi Pasar Lewat Teknologi

Perjalanan Fortress berawal dari pengamatan sederhana: setiap bangunan membutuhkan pintu. Mengandalkan pengalamannya di bidang perbengkelan sejak kecil, Joni mulai memfokuskan usahanya pada pembuatan pintu besi perumahan hingga resmi meluncurkan Fortress pada 2014.

Kala itu, tantangan terbesarnya adalah persepsi masyarakat. Pintu rumah di Indonesia sangat identik dengan material kayu, sementara pintu baja kerap dianggap kaku, berat, dan terlalu industrial.

Untuk menjawab tantangan tersebut, JBS Perkasa menerapkan teknologi heat transfer printing. Metode ini memungkinkan permukaan baja menampilkan tekstur dan motif alami seperti serat kayu atau marmer. Hasilnya, ketahanan material baja dapat hadir tanpa mengorbankan estetika interior.

Selain tahan terhadap serangan rayap dan cuaca, Fortress juga dipasarkan dalam bentuk set siap pasang—lengkap dengan kusen, engsel, dan sistem penguncian. Pendekatan ini memberikan kepraktisan bagi pemilik rumah sekaligus efisiensi waktu bagi pengembang proyek.

Perkuat Industri Dalam Negeri lewat Pabrik Tangerang

Setelah membangun jaringan distribusi di 18 cabang mandiri dan bermitra dengan lebih dari 2.000 toko material di seluruh Indonesia, JBS Perkasa memperkuat basis produksinya di dalam negeri.

Perusahaan mengucurkan investasi tahap awal sebesar Rp50 miliar untuk membangun fasilitas manufaktur seluas 1,7 hektare di Curug, Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil untuk mempercepat rantai pasok, meningkatkan komponen dalam negeri (TKDN), serta membuka lapangan kerja baru.

“Kalau kita hanya impor terus, industri di Indonesia tidak akan naik kelas,” ujar Joni.

Melalui fasilitas produksi lokal ini, Fortress juga lebih fleksibel dalam merespons kebutuhan kustomisasi dari para arsitek dan pengembang—baik dari segi ukuran, warna, maupun pilihan motif.

Fitur Keamanan Terintegrasi

Salah satu keunggulan teknis Fortress terletak pada sistem pengunciannya. Berbeda dengan pintu biasa yang umumnya mengandalkan satu titik kunci, Fortress menerapkan mekanisme multipoint lock dengan 5, 8, hingga 9 titik penguncian yang bekerja secara simultan.

Fitur keamanan ini dilengkapi dengan engsel tersembunyi di dalam kusen serta sistem master key 7 anak kunci. Sistem ini memiliki fungsi reset yang memungkinkan pemilik rumah membatalkan akses kunci yang sebelumnya digunakan oleh pekerja bangunan setelah proses renovasi selesai.

Atas inovasi tersebut, Fortress mengantongi rekor MURI untuk kategori titik penguncian dan variasi motif pintu baja, serta mempertahankan penghargaan Top Brand Award selama lima tahun berturut-turut.

Solusi Inklusif untuk Berbagai Segmentasi Properti

Saat ini, penggunaan pintu Fortress telah meluas ke berbagai sektor, mulai dari perumahan, fasilitas pendidikan, rumah sakit, hingga bangunan publik. JBS Perkasa pun merancang varian produk yang terintegrasi untuk berbagai segmen pasar:

Segmen Ekonomis: Varian pintu baja (termasuk opsi smart lock) yang dirancang untuk mendukung program perumahan rakyat seperti FLPP.

Segmen Menengah & Premium: Lini Fortress Shield dengan spesifikasi dan kustomisasi desain yang lebih tinggi.

Area Kelembapan Tinggi: Lini Fortress Aluminos berbahan aluminium yang difungsikan khusus untuk area basah seperti kamar mandi.

“Tujuan kami adalah supaya semakin banyak masyarakat Indonesia merasa aman dan nyaman saat berada di rumah bersama orang-orang yang dicintai,” pukas Joni.

Melalui pengembangan teknologi dan penguatan manufaktur lokal, Fortress terus memperluas perannya dalam menyediakan solusi perlindungan hunian yang andal dan terjangkau bagi masyarakat luas.