Bumi Butuh Aksi, Bukan Sekadar Janji: Sharp Ajak Anak Muda Mulai dari Kebiasaan Kecil
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 09 Oktober 2026 17:45
- Ditayangkan: Jumat, 09 Oktober 2026 17:45
- Ditulis oleh adminrumahku
- Cetak
- 09 Okt
JAKARTA, 9 Oktober 2026 — Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Mematikan lampu saat tidak digunakan, merawat barang agar lebih awet, hingga membiasakan diri membuat pilihan yang lebih bijak dapat menjadi awal dari perubahan. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pesan inilah yang ingin diangkat PT Sharp Electronics Indonesia melalui partisipasinya dalam Langkah Membumi 2026, sebuah platform kolaboratif yang diinisiasi Blibli Tiket Action untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan, terutama di kalangan generasi muda.
Berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Fountain Area, Lantai 5, Grand Indonesia, Jakarta, acara ini menghadirkan beragam pendekatan untuk mendekatkan isu lingkungan kepada masyarakat. Sharp turut meramaikan kegiatan tersebut dengan pengalaman interaktif yang mengajak pengunjung merefleksikan hubungan mereka dengan lingkungan, sekaligus memikirkan kontribusi yang dapat dimulai dari diri sendiri.
“ Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menghasilkan teknologi yang lebih baik, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kesadaran untuk menggunakan dan merawat apa yang kita miliki dengan lebih bijak. Bagi Sharp, teknologi seharusnya hadir untuk mendukung kehidupan manusia sekaligus berjalan selaras dengan lingkungan,” jelas Shinji Teraoka, President Director PT Sharp Electronics Indonesia.
Mengubah Kepedulian Menjadi Pengalaman
Menyampaikan pesan tentang lingkungan tidak cukup hanya dengan memberikan informasi. Agar lebih mudah dipahami dan diingat, pesan tersebut perlu diterjemahkan menjadi pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan itu terlihat melalui dua aktivitas yang dihadirkan Sharp, yakni Reflect Your Matters dan Plant Your Promise.
Melalui Reflect Your Matters, pengunjung diajak berhenti sejenak untuk melihat kembali hubungan mereka dengan lingkungan. Aktivitas mirror selfie bersama produk Sharp menjadi simbol refleksi diri: apa yang sudah dilakukan untuk menjaga bumi, kebiasaan apa yang masih bisa diperbaiki, dan langkah sederhana apa yang dapat dimulai hari ini.
Sementara itu, Plant Your Promise mengajak pengunjung mengubah kesadaran menjadi komitmen nyata. Mereka dapat menuliskan janji sederhana untuk bumi pada Commitment Tree, kemudian membawa kertas tersebut untuk ditanam di rumah.
Pesan yang ingin disampaikan cukup sederhana: kepedulian terhadap lingkungan tidak seharusnya berhenti ketika sebuah acara berakhir. Komitmen perlu dibawa pulang, dirawat, dan diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.
“Kami ingin keberlanjutan terasa lebih dekat dan tidak menggurui. Anak muda hari ini sangat terbuka terhadap isu lingkungan, tetapi mereka juga membutuhkan cara yang relevan dan menyenangkan untuk terlibat. Karena itu, kami mencoba mengubah pesan tentang keberlanjutan menjadi sebuah pengalaman yang bisa mereka rasakan secara langsung, mulai dari refleksi, membuat janji, hingga membawa komitmen tersebut pulang,” ungkap Pandu Setio, PR & Brand Communication Head Department PT Sharp Electronics Indonesia.

Keberlanjutan Dimulai dari Cara Kita Menggunakan Teknologi
Dalam kehidupan modern, teknologi telah menjadi bagian dari berbagai aktivitas, mulai dari menyimpan makanan hingga menjaga kenyamanan di rumah. Namun, pembicaraan tentang inovasi tidak hanya berkaitan dengan kemudahan yang ditawarkan, tetapi juga dengan tanggung jawab dalam penggunaan dan perawatannya.
Bagi Sharp, keberlanjutan menjadi bagian dari cara perusahaan memandang hubungan antara teknologi, manusia, dan alam. Produk tidak hanya hadir untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap pilihan konsumsi memiliki kaitan dengan lingkungan yang lebih luas.
Selama lebih dari lima dekade hadir di Indonesia, Sharp telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat melalui berbagai produk elektronik. Seiring perjalanan tersebut, perusahaan juga menjalankan inisiatif lingkungan dan edukasi, salah satunya melalui Sharp Greenerator, yang mendorong generasi muda untuk mengenal dan terlibat dalam berbagai isu lingkungan.
Inisiatif seperti ini menjadi salah satu cara untuk memperluas pemahaman bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi lingkungan. Dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran, baik melalui inovasi, edukasi, maupun perubahan kebiasaan.
Bagi Sharp, alam juga menjadi sumber inspirasi untuk memahami pentingnya keseimbangan. Kemajuan tidak selalu berarti bergerak semakin cepat atau menghasilkan semakin banyak hal. Kemajuan juga perlu mempertimbangkan bagaimana manusia dapat berkembang tanpa mengabaikan lingkungan yang menopang kehidupannya.
“Sebagai produsen, kami memiliki tanggung jawab untuk berpikir melampaui masa kini. Tanggung jawab kami bukan sekadar menciptakan produk, tetapi juga mempertimbangkan dunia tempat produk tersebut digunakan serta generasi yang akan mewarisinya,” jelas Teraoka.
Dari Komitmen Kecil Menuju Perubahan Bersama
Tidak ada satu kegiatan yang dapat menyelesaikan persoalan lingkungan secara instan. Namun, perubahan dapat tumbuh ketika kesadaran diterjemahkan menjadi tindakan yang dilakukan berulang kali.
Satu komitmen sederhana dapat berkembang menjadi kebiasaan. Ketika kebiasaan tersebut dilakukan oleh semakin banyak orang, dampaknya berpotensi meluas menjadi gerakan bersama.
Melalui Langkah Membumi 2026, Sharp berupaya menghadirkan pesan keberlanjutan dengan cara yang lebih interaktif dan relevan bagi generasi muda. Bukan sekadar mengajak mereka peduli, melainkan membuka ruang untuk memahami bahwa kepedulian dapat dimulai dari pilihan-pilihan kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, masa depan yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan teknologi yang semakin maju, tetapi juga manusia yang semakin sadar akan dampak dari pilihannya. Sebab, perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, semuanya berawal dari satu keputusan sederhana untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik—dan kesediaan untuk menjadikannya kebiasaan.