Tren Perkembangan Industri Properti di Masa Pandemi
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Rabu, 29 Juli 2020 14:02
- Ditayangkan: Rabu, 29 Juli 2020 14:02
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 688
- 29 Jul
Dyandra Promosindo mengadakan Dyandra Talks: Property Weekend Fiesta (PWF) dengan menghadirkan narasumber Michael Bayu A. Sumarijanto selaku Direktur Dyandra Promosindo, Paulus Totok Lusida selaku Ketua Umum DPP REI bersama Ikang Fawzi selaku Wakil Ketua Umum DPP REI. Acara ini mengupas tuntas bagaimana peluang berinvestasi properti di masa pandemi. Acara ini diikuti oleh developer, potential visitor dan media. Acara bincang-bincang ini diharapkan dapat menjadi gambaran terkini dan pengetahuan mengenai berinvestasi properti untuk jangka panjang.
Totok menjelaskan bagaimana tren perkembangan industri properti di masa pandemi, “Di tengah kondisi sektor properti yang sedang terpuruk karena wabah corona, ternyata antusiasme masyarakat untuk memiliki rumah masih tinggi terutama untuk rumah kelas menengah dan kelas rumah subsidi, baik di ibukota maupun di daerah. Memang apabila dibandingkan dengan sebelum pandemi tentunya masih jauh, tetapi memasuki Q3 ini ada harapan membaik”. Lebih lanjut Totok mengatakan “Penurunan suku bunga BI diharapkan dapat memacu daya minat beli masyarakat pada sektor properti”.
Sementara Ikang Fawzi menambahkan mengenai perilaku masyarakat terhadap tren properti saat ini, “Adanya koreksi terhadap harga property, pemberian diskon dari pengembang dan tawaran paket pembiayaan yang menarik dari perbankan merupakan pilihan yang cukup menarik bagi masyarakat yang memang membutuhkan hunian untuk membeli rumah pada waktu dekat ini. Adanya penurunan suku bunga juga harus dimanfaatkan dengan baik tanpa menghilangkan unsur perhitungan cermat dan hemat di kala pandemi” lanjut Ikang.
Sementara itu, pada situasi pandemi ini juga berdampak pada meningkatnya intensi generasi milenial dan Z untuk memiliki hunian sendiri atau sekadar melakukan renovasi rumah. Hal ini berdasarkan survei dari Rumah.com Consumer Sentiment Study semester II-2020 mencatat 34 persen responden mencari hunian sendiri, sementara 25 persen responden lainnya berminat untuk merenovasi atau menggunakan kembali area tertentu di rumah mereka.
Penyelenggaraan PWF diharapkan dapat menjadi perantara antara masyarakat dengan developer untuk mencari properti idaman. Tren properti yang tidak pernah surut tiap tahunnya masih menarik perhatian masyarakat untuk menjadikannya sebagai instrumen investasi jangka panjang. PWF juga diharapkan dapat menggiatkan kembali perekonomian domestik, khususnya di sektor properti.



















