Tangga : Antara Fungsi dan Estetika
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Selasa, 25 Januari 2022 15:37
- Ditayangkan: Selasa, 25 Januari 2022 15:33
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 1415
- 25 Jan
Tangga menjadi sarana utama penghubung antarlantai pada rumah bertingkat. Ada beragam model tangga, dari yang sekadar fungsional sampai yang bernilai estetis.
Ketika hendak meningkat rumah, boleh jadi Anda sibuk mereka-reka model tangga yang akan diaplikasikan. Pertama-tama pertimbangkan tangga dari asek fungsional, baru lanjutkan dengan pertimbangan keindahan.
FUNGSI DAN ESTETIKA
Aplikasikan model tangga seturut aspek fungsional, terutama agar memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan. Demi keamanan, struktur dan konstruksi tangga harus kokoh. Selain itu harus ada pengaman tambahan berupa railing di kanan-kiri tangga dan sekeliling bordes. Keamanan juga harus dipenuhi dengan memilih material antislip/tidak licin untuk pelapis anak tangga maupun bordes; dan juga harus tersedia penerangan yang memadai.
Untuk kenyamanan, desain tangga harus sesuai sifat gerak manusia. Lebar ruang tangga untuk satu orang minimal 80 cm (lebih lebar lebih nyaman). Pengadaan bordes, terutama jika anak tangga ≥12 berguna mengantisipasi kelelahan. Kemiringan tangga harus ideal (tidak terlalu curam/landai) yaitu 24˚-45˚. Keamanan dan kenyamanan gerak kaki juga didukung anak tangga yang menopang telapak kaki dengan baik, yaitu selebar 22-30 cm dengan tinggi sekitar 15-18 cm.
Selain aspek fungsional, pastikan melengkapi desain tangga dengan elemen estetis. Pilih material pelapis dengan warna dan motif menawan; aplikasian ornamen pada railing; dekorasi area bordes dan dinding sepanjang tangga; pilih fitur lampu yang atraktif; dsb.; yang mendukung tatanan interior hunian Anda.

Kesan tinggi dan melelahkan pada tangga lurus bentuk huruf I diantisipasi dengan desain ruang tangga yang lapang, nyaman dan aman—berkat dinding di kedua sisi. Aplikasi kayu pada pelapis anak tangga, selain aman dan nyaman juga menciptakan kesan alami yang hangat serta menenangkan. Lukisan di ujung tangga menjadi elemen estetis yang eye catching sekaligus mengalihkan perhatian dari langkah naik yang cenderung monoton.

Tangga lurus model I dengan desain melayang ini tampak menempel kokoh pada dinding sehingga tetap memberi rasa aman. Tangga melayang ini juga membuat ruang terkesan bersih, rapi dan lapang. Bilah-bilah kayu untuk anak tangga yang ditanam pada dinding yang juga berlapis susunan kayu vertikal, bukan saja tampil artistik namun juga menghadirkan kesan alami lewat tekstur dan warnanya.

Beberapa tangga berbentuk I dan L di atas tampak sangat mendukung gaya industrial yang diterapkan pada interior hunian, terutama dengan penggunaan material besi/baja, beton ekspose dan kayu unfinished, yang serasi dengan tampilan dinding dan lantai ruang; demikian juga dengan pemanfaatan cahaya alami untuk penerangan area tangga.

Penerapan tangga putar/spiral yang efisien sangat sesuai untuk ruang terbatas/sempit. Kesan sempit berhasil diantisipasi dengan ekspose terang alami dari void di atas tangga dan juga aplikasi warna-warna cerah yang memantulkan cahaya sekaligus atraktif, seperti oranye pada pijakan tangga, kombinasi kuning dan silver pada railing. Strip hitam-kuning seperti pola zebra cross tampil sebagai aksen. Pelapis kayu dengan corak kayu yang khas pada dinding sekitarnya menciptakan kesan alami yang menenangkan dan turut menghalau kesan sumpek.

Desain yang simpel serta dominasi material kaca pada railingnya, membuat tangga model L ini juga terkesan ringan, bersih, dan lapang, mendukung konsep modern interior ruang bernuansa putih. Aplikasi material kaca diperkuat desain terbuka anak tangga—balok penopang tidak penuh—juga berpotensi meneruskan cahaya alami berlimpah yang diterima dari void ke lantai satu.



















