Eksplorasi Tiga Komponen Material, Pavillion 120 Tampil Outstanding
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 21 Februari 2025 20:25
- Ditayangkan: Jumat, 21 Februari 2025 20:24
- Ditulis oleh adminrumahku
- 21 Feb
Ada yang baru dan mencuri perhatian di Indonesia Design District, Pantai Indah Kapuk Jakarta. Sebuah bangunan empat lantai , dikemas dalam arsitektur modern yang tegas, simple, dalam balutan kaca bening dan kayu engineering pada dindingnya.

Bangunan ini berhasil menghadirkan daya tarik visual baru yang tidak hanya memanjakan mata pengunjung, tetapi juga menarik perhatian untuk mendekat dan masuk ke dalam ruang-ruangnya.
Adalah Pavilion 120, karya arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, sebagai wadah untuk menaungi tiga jenama utama, yaitu Kayu Lapis Indonesia, Sandei,dan Mills. Beragam kegiatan yang berhubungan dengan ketiga jenama tersebut, diselenggarakan di bangunan ini, sekaligus memberikan ruang-ruang pendukung bagi desainer dan klien bertemu dan berinteraksi.

"Pavilion 120 diharapkan dapat menjadi ruang display bagi Kayu Lapis Indonesia, Sandei,dan Mills dengan keunggulan dan personifikasi dari masing-masing produk, dalam ruang yang fungsional juga indah," kata Andra Matin.
Penyatuan Tiga Jenama
Pavilion 120 merupakan gedung glulam pertama dan tertinggi di Indonesia, dengan struktur dan fasad yang didominasi oleh elemen kayu serta elemen vertikal yang tegas.
"Desain Pavilion 120 menyatukan tiga jenama yaitu Kayu Lapis Indonesia,Sandei, dan Mill Alumunium. Kayu dari Kayu Lapis Indonesia diekspresikan sebagai struktur utama dan dibuat menyerupai skeleton. Dengan adanya struktur utama ini, memberi kesempatan untuk frame alumunium Mill dan blind Sandei dapat membingkai semua struktur. Penggabungan ketiga komponen ke dalam satu bentuk arsitektur mendemonstrasikan kemampuan kayu engineering, frame alumunium, dan blind diaktualisasikan dalam dimensi yang cukup besar," papar Andra Matin, Principal dari AndraMatin Architect.

Lokasinya yang berada di tengah area IDD, dimanfaatkan dengan menjadikan bangunan sebagai sculpture, dengan konsep pavilion yang bisa dinikmati dari segala sisi. Material bangunan didominasi kayu rekayasa yang diolah melalui pengulangan ekspos portal struktur dan membentuk ruang di dalamnya.
Secara fungsional, bangunan ini terbagi menjadi tiga lantai dan satu atap. Lantai dasar berfungsi sebagai area showroom bersama, lantai 1 berfungsi sebagai area multifungsi dilengkapi dengan multi function seperti cafe dan book shop. Lantai 2 berfungsi sebagai ruang pertemuan, selanjutnya meeting room tersedia di lantai 3 untuk mewadahi desainer dan arsitek untuk meeting dengan klien. Selanjutnya di lantai 4 menjadi rooftop yang juga multi fungsi untuk beragam kegiatan dan gathering.
Penataan program ruang dilakukan dengan menempatkan akses sirkulasi vertikal pada sisi bangunan dan area lainnya menjadi area fungsional. Salah satu yang menarik dari program ruang yang dihadirkan adalah desain area multifungsi di lantai satu. Memiliki denah terbuka, plafon setinggi dua lantai, dan juga dikelilingi pintu geser serta roller blind sehingga ruangan memiliki keleluasaan dan terasa lebih lapang.
Tatanan Interior
Desain interior yang dirancang oleh S+AO Studio tidak hanya untuk menghadirkan produk ketiga brand dalam tatanan showroom semata. Pendekatan desain modern yang selaras dengan eksterior yang dirancang oleh Andra Matin ini menampilkan sejauh apa produk-produk yang ada bisa dikolaborasikan dengan beragam produk lain dalam kesinambungan visual dan pengalaman rasa yang lengkap.

"Sesuai dengan namanya, Pavilion 120 dirancang untuk membuktikan bahwa lahan seluas 120 ㎡' tetap dapat menghadirkan ruang yang efisien dan terasa spacious jika dirancang dengan tepat, Melalui pendekatan desain yang cermat, kami mengoptimalkan tata letak dan pemilihan material untuk menciptakan pengalaman ruang yang lebih terbuka dan nyaman. Cohesive design through thoughtful collaboration of three different architectural elements.— wood, aluminium, and fabric," jelas Bran Suwandrei, Principal S+AO Studio.

Eksplorasi dan Highlite Produk
Bangunan ini sekaligus menjadi menjadi ajang highlite dalam eksplorasi yang menginspirasi dan juga memberikan gambaran sejauh apa eksplorasi yang bisa dilakukan. Kayu dari Kayu Lapis Indonesia diekspresikan sebagai struktur utama dan dibuat menyerupai skeleton. Dengan adanya struktur utama ini, memberi kesempatan untuk frame alumunium Mill dan blind Sandei dapat membingkai semua struktur. Penggabungan ketiga komponen ke dalam satu bentuk arsitektur mendemonstrasikan kemampuan kayu engineering, frame alumunium, dan blind diaktualisasikan dalam dimensi yang cukup besar," papar Andra Matin, Principal dari AndraMatin Architect.
Selain itu Pavillion 120 ini juga didukung oleh berbagai produk yang melengkapi keseluruhan desain eksterior dan interiornya menjadi satu desain yang paripurna. Beberapa brand seperti Armonia, Pita, Somfy, Rimba Partikel Indonesia, La Chetau Living, CoulliselNK, Habitus Concept, Ong Cen Kuang, Tridaya, dan Pelant Nursery.



















