Paradise Indonesia Sinergikan Arsitektur dan Pariwisata Lewat Desain Ikonik Berkelanjutan
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 28 Februari 2025 09:22
- Ditayangkan: Jumat, 28 Februari 2025 06:12
- Ditulis oleh adminrumahku
- 28 Feb
Arsitektur dan pariwisata, dua dunia yang jika digabungkan akan menghasilkan sesuatu yang lebih bermakna. Keduanya memiliki hubungan erat dan saling mempengaruhi, karena arsitektur bagaikan jendela yang membawa penikmatnya ke destinasi wisata yang penuh warna.
Pada hakekatnya arsitektur merupakan pencerminan berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk didalamnya kehidupan sosial, ekonomi spiritual dan budaya. Arsitektur berperan dalam menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Mulai dari inspirasi desain, pengolahan lansekap dan bentuk massa bangunan, padu padan material yang menciptakan pengalaman ruang, hingga harmonisasi dengan lingkungan untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan.
Keberlanjutan adalah topik yang luas dan kompleks. Hal ini sangat penting bagi semua orang karena menyangkut kelangsungan hidup umat manusia dan hampir semua makhluk hidup di bumi. Dalam dunia arsitektur, penerapan teknologi hijau sangat penting untuk menciptakan bangunan berkelanjutan dan berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan.

Desain bangunan hemat energi lewat penggunaan bahan bangunan yang efisien, isolasi yang baik, dan pemanfaatan desain yang maksimal, banyaknya cahaya alami yang dapat mengurangi kebutuhan energi untuk pemanasan, pendinginan, dan penerangan, adalah bentuk implementasi bangunan berkelanjutan.
Arsitektur dan Pariwisata
Paradise Indonesia, perusahaan properti terkemuka di Indonesia, berkomitmen untuk mengembangkan destinasi gaya hidup dan properti ikonik di kota-kota terdepan di Indonesia. Pengembang ini juga bertekad mengambil peran terhadap pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional, karena memiliki andil secara langsung untuk menciptakan banyak sektor industri lainnya yang beririsan.
Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dapat meningkatkan investasi lokal, dengan munculnya proyek konstruksi hijau dalam setiap pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Terjadi peningkatan penggunaan material lokal, karena dalam setiap pengembangan selalu memanfaatkan bahan bangunan lokal yang berkelanjutan sehingga mengurangi biaya transportasi dan mendukung industri lokal.
Peluang kerja bagi penduduk setempat juga terbuka saat terdapat pekerjaan di bidang konstruksi, desain, dan arsitektur. Selanjutnya dalam hal operasional dan pemeliharaan, fasilitas pariwisata hijau memerlukan staf untuk operasional dan pemeliharaan yang berkelanjutan, sehingga menciptakan pekerjaan jangka panjang di komunitas lokal.
Desain dan Life-style
Properti besutan Paradise Indonesia bukan sekedar ikonik dalam bentuk desain arsitektur, namun juga untuk mendukung life style masyarakat Indonesia, sekaligus destinasi bagi setiap konsumen, pelanggan ataupun penghuni. Seperti diketahui, Paradise Indonesia memiliki properti yang terdiri dari beberapa segmen bisnis, yaitu hospitality, komersial dan residensial.
Berkiprah selama lebih dari 20 tahun, Paradise Indonesia sukses menghadirkan banyak properti. Saat ini Paradise Indonesia tengah mengembangkan dan mengelola 25 portofolio yang terdiri residensial, ritel komersial dan hotel. Ada enam pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Bali serta 13 hotel di Jakarta, Bali, Batam, dan Yogyakarta mulai bintang dua hingga bintang lima.
Properti Paradise Indonesia dikenal lewat ciri khas yang ditampilkan, yang memberikan surprised image bagi penikmatnya. Pengembangan sektor mix use buildings dan lifestyle experience oleh Paradise Indonesia selalu menekankan pada desain inovatif yang memadukan nilai-nilai budaya lokal dengan bangunan modern.

Hotel Alof terasa menampilkan spirit of space, dari pengolahan massa bangunan, lansekap dan elemen-elemen pendukungnya.
Seperti yang diungkapkan Norberg-Schulz, seorang tokoh fenomenologi dalam arsitektur pada bukunya yang berjudul "Genius Loci : Towards the Phenomenology of Architecture", bahwa sebuah tempat memiliki arti lebih dari hanya sekedar lokasi, karena setiap tempat memiliki"spirit/jiwa" yang tidak dapat dijelaskan secara analitis atau metode ilmiah.
Proyek dari Paradise Indonesia bisa dikatakan selalu mengutamakan spirit of space. Sheraton hotel Bali, Alof hotel, Yellow Hotel Beachwalk shopping center dan Beachwalk Residence, yang terletak di kawasan Kuta Bali kental mengusung spirit Bali, yang memang memiliki kekuatan dan keunikan tersendiri.
Beachwalk Shopping Center Bali misalnya, yang mendapat predikat sebagai mal dengan arsitektur terbaik di Kuta Bali. Mal ini menerapkan konsep terbuka dan leisure yang kental, disesuaikan dengan lokasinya sebagai destinasi wisata pantai berupa bangunan tanpa AC. Kehadiran banyak tanaman rambat di setiap balkon mal, menguatkan konsep keberlanjutan dan bangunan hijau. Roof top juga menjadi area favorit karena pengunjung dapat menikmati keindahan pantai dan laut Bali dari ketinggian, terlebih saat momen sunset.
Sementara itu, agar nafas dan ciri arsitektur Bali tetap dirasakan, nilai budaya lokal dipadukan dengan bangunan modern lewat penggunaan model atap tradisional untuk memberi sentuhan lokal daerah.


Komposisi massa, lansekap dan pengolahan vegetasi di bangunan Beachwalk menghadirkan kesan mendalam bagi penikmat/pengunjung. Bukan hanya sekedar sebagai pusat perbelanjaan, tapi juga menjadi tempat wisata memanjakan indra.
(foto : Sulis Maulida - Januari 2025)
Pusat perbelanjaan yang dikemas leisure sesuai dengan lokasinya yang berada dekat pantai. Pilihan atap bangunan yang mengadopsi arsitektur Bali, menguatkan sentuhan lokal daerah.

Menciptakan keseimbangan pengkondisian udara di dalam bangunan mal, lewat elemen lansekap dan kolam. Menguatkan kesan asri dan natural, seiring lokasinya yang berada di dekat pantai.
Portofolio lain dari Paradise Properti adalah 23 Paskal Shopping Centre yang berlokasi di jantung kota Bandung. Pusat perbelanjaan ini kerap menjadi destinasi wisata urban yang banyak dikunjungi wisatawan luar kota dan Bandung untuk belanja dan berburu kulineran.

Dinamis dalam balutan geometris. 23 Paskal menampilkan desain ikonik dan berhasil menjadi landmark kawasan.
Menampilkan desain arsitektural yang didominasi susunan massa bentuk geometris (kubus-kotak), mengingatkan pada aliran kubisme pada era arsitektur modern. Desainnya yang ikonik, 23 Paskal, demikian pusat perbelanjaan ini sering disebut, berhasil menjadi landmark kawasan yang sayang dilewatkan.
Seperti diketahui, gaya arsitektur Modern Art Deco yang memiliki elemen dekoratif geometris tegas dan keras banyak mewarnai kota Bandung, seperti Hotel Savoy Homan, Bank Pembangunan Daerah, Gereja Bethel, Hotel Preanger, Vila Isola, Villa tiga Warna, Vila Dago Thee dan masih banyak lagi. Beberapa karakteristik dari art-deco nampak diaplikasikan di 23 Paskal, seperti atap bangunan datar dan penggunaan blok-blok kaca pengganti jendela.
Untuk menguatkan sentuhan budaya lokal, 23 Paskal yang mengusung konsep "Family & Community Hub" memberi nama empat lobby mal dalam bahasa Sunda, yaitu Hejo (hijau), Cai (air), Langit dan Ruhai (bara api). Dan, seiring keberhasilan 23 Paskal, tahun 2025 rencananya akan dibuka 23 Paskal Extension Bandung.

23 Paskal Extension menghadirkan desain yang berkesinambungan dengan 23 Paskal. Desain simple, fungsional, bentuk geometris, mengingatkan pada langgam kubisme
Aspek Keberlanjutan
Aspek keberlanjutan menjadi perhatian dari properti Paradise Indonesia. Penggunaan material ramah lingkungan, sistem RO water management, dan teknologi hemat energi menjadi standar yang diterapkan di hampir semua propertinya. Selain itu, pada properti Paradise Indonesia kerapkali ditemukan plasa terbuka atau vegetasi hijau untuk menciptakan ventilasi alami, serta elemen air untuk menurunkan suhu lingkungan. Hal ini sesuai dengan konsistensi dari Paradise Indonesia yang menerapkan nilai-nilai ESG (Environment, Social, & Good Governance) dengan menciptakan ruang terbuka hijau dalam rangka turut serta menjaga bumi Indonesia yang hijau dan sehat.
Penerapan teknologi terkini untuk mendukung terciptanya kenyamanan thermal dalam bangunan, juga diaplikasikan pada properti Paradise Indonesia. Semisal teknologi pendinginan dan sistem ventilasi modern untuk memastikan kenyamanan termal di dalam bangunan, juga pemakaian kaca rendah emisivitas (Low-E) yang bertujuan untuk mengurangi suhu panas dalam bangunan. Kaca ini memiliki lapisan transparan yang bertindak sebagai cermin termal dan digunakan untuk meningkatkan nilai isolasi sebuah jendela sehingga dapat menghambat aliran panas masuk ke dalam bangunan.
Paradise Indonesia berkomitmen dalam mengusung tagline iconic lifestyle destinations untuk setiap propertinya. Sesuai dengan tagline-nya, properti-properti yang dibangunnya bukan hanya ikonik dalam bentuk arsitektur atau desain, namun juga dibuat untuk mendukung gaya hidup masyarakat sekitar atau penghuninya. Gaya hidup yang sifatnya personal, berbeda-beda disesuaikan dengan lokasi properti. Inilah yang menjadi pembeda Paradise Indonesia dengan pengembang lainnya dalam mengoperasikan propertinya, dan menjadi salah satu kunci sukses keberhasilan. (Susi Wijayanti)



















