Semen Merah Putih Dorong Standar Baru Hunian Hijau Melalui Praktik Berkelanjutan dan Green Cement
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Sabtu, 24 Januari 2026 11:59
- Ditayangkan: Sabtu, 24 Januari 2026 11:44
- Ditulis oleh adminrumahku
- 24 Jan
PT Cemindo Gemilang Tbk melalui brand Semen Merah Putih menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Langkah ini diambil untuk menjaga daya saing industri material konstruksi di tengah tekanan pasar, kondisi oversupply, serta meningkatnya tuntutan efisiensi dan regulasi lingkungan.
Oza Guswara, General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih
Di tengah tantangan industri semen nasional—di mana utilisasi kapasitas pada 2025 hanya mencapai sekitar 54 persen dengan overcapacity lebih dari 56 juta ton—Semen Merah Putih memilih pendekatan sistemik. Perusahaan memperkuat praktik berkelanjutan melalui efisiensi energi, optimalisasi proses produksi dan logistik, serta pengembangan portofolio green cement yang sejalan dengan kebutuhan pasar dan arah kebijakan pembangunan nasional.
Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi inisiatif tambahan, melainkan cara industri bekerja hari ini. “Sustainability kami posisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja. Di Semen Merah Putih, praktik keberlanjutan dijalankan melalui empat pilar—process, product, people, dan planet. Pendekatan ini memastikan strategi sustainability bersifat holistik, terintegrasi, dan mendukung pembangunan nasional tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Surindro.
Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk
Konsistensi tersebut turut mendorong kinerja positif Semen Merah Putih, yang mencatat pertumbuhan sekitar 4,2 persen di relevant area sepanjang 2025. Sementara secara nasional, industri semen masih tertekan oleh penurunan permintaan domestik sekitar 1,5 persen—dari 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025—akibat perlambatan pembangunan infrastruktur, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara. Meski demikian, wilayah Indonesia Timur masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Efisiensi sebagai Fondasi Ketahanan Operasional
Sebagai bagian dari transformasi industri, Semen Merah Putih menempatkan efisiensi energi sebagai pilar utama. Perusahaan mengoperasikan Waste Heat Recovery System (WHRS) berkapasitas 2 x 15 MW di Indonesia dan 13 MW di Vietnam. Sistem ini mampu memasok sekitar 24 persen kebutuhan energi proses produksi klinker dan berkontribusi pada penurunan emisi lebih dari 100 ribu ton CO₂ per tahun.

Dari 2016 hingga 2024, Semen Merah Putih berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sekitar 21 persen per ton semen melalui peningkatan efisiensi energi, optimasi premix yang menghemat hingga 3 kWh per ton klinker, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.
Efisiensi logistik juga diperkuat melalui penggunaan 17 truk listrik di area quarry serta 23 forklift listrik, yang secara keseluruhan menurunkan emisi sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun.
Selain itu, Semen Merah Putih mengembangkan inovasi penyerapan karbon berbasis mikroalga melalui MPTree. Teknologi ini telah diuji coba di pabrik Jatiasih dan direncanakan untuk diperluas ke ruang publik serta area transportasi.
Green Cement dan Inovasi Produk sebagai Motor Pertumbuhan
Transformasi efisiensi diterapkan langsung ke strategi produk, terutama melalui penguatan portofolio green cement seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield—dengan jejak karbon lebih rendah namun performa konstruksi tetap optimal.
Saat ini, porsi produk non-OPC Semen Merah Putih mencapai 81 persen, melampaui rata-rata industri sebesar 71 persen. Seluruh produk telah mendapatkan Green Label Indonesia dari GBCI, dengan mayoritas pada peringkat Platinum.
Produk hydraulic cement—termasuk FLEXIPLUS—tumbuh signifikan sebesar 636,5 persen pada 2025 dan ditargetkan meningkat 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap material konstruksi berkelanjutan.
General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menegaskan bahwa transisi ini adalah keniscayaan.
“Transisi menuju material konstruksi berkelanjutan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” kata Oza.
Kolaborasi, Tantangan Pasar, dan Dinamika Kebutuhan Perumahan
Kementerian Perindustrian menilai tahun 2026 sebagai fase penting dalam transformasi menuju industri hijau nasional. Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Apit Pria Nugraha, menekankan bahwa keberlanjutan harus memberikan dampak nyata terhadap efisiensi dan daya saing.
“Inovasi yang aplikatif dan relevan menjadi kunci agar industri hijau dapat mendukung pembangunan nasional. Yang terpenting, keberlanjutan tidak boleh mengorbankan daya saing,” ujar Apit.
Ia menambahkan bahwa industri semen memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas pembangunan dan efisiensi sumber daya jangka panjang.
Dari perspektif sektor perumahan, tantangan besar masih muncul dari kebutuhan hunian di kawasan perkotaan. Kepala Sub Direktorat Wilayah I Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan, Adji Krisbandono, menyebut backlog masih menjadi persoalan yang harus ditangani secara berkelanjutan. “Kebutuhan hunian di kawasan perkotaan masih sangat besar, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Urbanisasi yang tinggi terus mendorong backlog perumahan,” jelasnya.
Inovasi Hijau dan Momentum 15 Tahun Cemindo Gemilang
Memperingati 15 tahun perjalanannya, Cemindo Gemilang memperkuat pilar keberlanjutan berbasis manusia (people), mencakup karyawan beserta keluarganya, hingga ekosistem eksternal seperti tukang, kontraktor, toko bangunan, dan distributor. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan Mandor Pintar Institute, program spesifier roadshow, serta berbagai program apresiasi untuk karyawan dan mitra konstruksi.
Oza menegaskan bahwa transformasi industri tidak dapat berjalan sendiri.
“Keberlanjutan bukan hanya tentang teknologi dan efisiensi, tetapi membangun ekosistem dan kemitraan jangka panjang. Semen Merah Putih mengedepankan prinsip bahwa keberlanjutan tidak boleh mengorbankan kualitas—dan prinsip ini kami terapkan konsisten dalam setiap inovasi produk,” tutupnya.



















