Bekerja dari Rumah? Ini Cara Menemukan Ritme Baru di Setiap Sudut Hunian
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Kamis, 02 April 2026 13:04
- Ditayangkan: Kamis, 02 April 2026 13:04
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 25
- 02 Apr
Kebijakan Work From Home (WFH) kembali menjadi perbincangan setelah pemerintah menetapkan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Namun bagi banyak pekerja di Indonesia, bekerja dari rumah bukan lagi hal baru—melainkan bagian dari ritme hidup yang terus berkembang.

Ada yang memulai minggu dengan WFH untuk meredakan Monday blues, ada pula yang memilih Jumat sebagai waktu bekerja lebih santai dari rumah. Di balik fleksibilitas tersebut, muncul satu tantangan yang sama: bagaimana menata ruang kerja di rumah agar tetap nyaman dan produktif.
Bagi sebagian orang, kendala WFH bukan sekadar soal ruang, tetapi juga dinamika rumah itu sendiri—anak yang butuh perhatian, aktivitas domestik, hingga kebisingan sehari-hari. Menurut Melina Ardianti Hadiatmodjo, cara orang bekerja dari rumah kini telah banyak berubah dibandingkan masa pandemi.
“Dulu WFH muncul karena keharusan, jadi apa pun bisa dijadikan ruang kerja dadakan. Sekarang WFH lebih seperti bonus yang datang sesekali, sehingga perlu menyesuaikan ritme rumah, bukan memaksa rumah mengikuti pola kantor,” jelasnya.
Melina menambahkan, banyak keluarga sebenarnya sudah menemukan “spot kerja” masing-masing—mulai dari meja belajar anak hingga sudut dekat jendela. Namun, kenyamanan jangka panjang sering kali masih terabaikan.
“Hindari bekerja di tempat tidur karena tubuh mudah mengantuk. Pastikan posisi duduk ditopang dengan baik, dan tambahkan cushion atau meja lipat bila diperlukan,” tambahnya.

Cara Menata Ruang Kerja di Rumah agar Lebih Nyaman (Tips WFH)
Seiring tren kerja fleksibel, menata ruang kerja di rumah menjadi kunci untuk menjaga fokus dan keseimbangan hidup. Berikut tujuh cara sederhana yang bisa Anda terapkan:
- Pilih Sudut Kerja yang Mendukung Fokus
Tidak perlu ruang khusus—cukup temukan sudut yang paling nyaman, seperti dekat jendela atau pojok ruang keluarga. Dengan pencahayaan yang baik dan kursi yang nyaman, area kecil pun bisa menjadi ruang kerja efektif.
- Ciptakan Pembatas antara Area Kerja dan Area Santai
Gunakan pembeda sederhana seperti karpet, meja lipat, atau perubahan posisi duduk. Hal ini membantu otak mengenali kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat.
- Optimalkan Pencahayaan Ruang Kerja
Cahaya alami adalah yang terbaik, tetapi jika terbatas, tambahkan lampu meja. Pencahayaan yang tepat membantu mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan konsentrasi saat bekerja dari rumah.
- Perhatikan Posisi Duduk agar Tidak Cepat Lelah
Tidak harus kursi kantor mahal—yang penting ada penopang punggung. Gunakan bantal tambahan atau footrest sederhana untuk menjaga postur tetap nyaman selama WFH.
- Atasi Kebisingan dengan Solusi Sederhana
Gunakan karpet, tirai, atau sofa untuk meredam suara. Headset dengan fitur noise cancelling juga bisa membantu saat rapat online di rumah yang ramai.
- Jaga Area Kerja Tetap Rapi dan Minimalis
Simpan barang yang tidak diperlukan agar meja tetap bersih. Gunakan rak dinding atau penyimpanan portable supaya ruang kerja terasa lebih lega dan tidak melelahkan secara visual.
- Bangun Rutinitas Kerja yang Konsisten
Rutinitas kecil seperti menata meja, membuat kopi, atau memutar musik bisa menjadi sinyal awal kerja. Setelah selesai, rapikan kembali area kerja agar rumah kembali terasa sebagai tempat beristirahat.
Menurut Ririn Basuki, setiap rumah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga solusi penataan ruang pun harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
“Kami ingin membantu masyarakat menemukan cara agar bekerja dari rumah bisa terasa lebih nyaman dan seimbang,” ujarnya.



















