Lebih dari Hunian, Antasari Place Hadirkan Destinasi Gaya Hidup Baru di Jakarta Selatan
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Kamis, 09 April 2026 14:00
- Ditayangkan: Kamis, 09 April 2026 13:51
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 131
- 09 Apr
Di tengah ritme kota Jakarta yang tak pernah benar-benar berhenti, kebutuhan akan ruang hidup yang bisa menyeimbangkan antara produktivitas, interaksi sosial, dan relaksasi makin terasa. Kini, hunian bukan hanya sebagai tempat tinggal dan bersosialisasi, tetapi juga terhubung dengan ruang publik yang mendukung interaksi komunitas.

Menurut Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur & CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Antasari Place merupakan wujud pengembangan yang sejalan dengan arah bisnis INPP dalam menghadirkan proyek properti ikonik dan mixed-use lifestyle development. Proyek ini tidak hanya sekadar hunian vertikal modern, tetapi juga dirancang sebagai destinasi yang menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup perkotaan, dengan memadukan ruang tinggal modern, ritel, hospitality, serta ruang hijau dalam satu kawasan terintegrasi.

Berlokasi di koridor bisnis TB Simatupang, kawasan ini mengusung konsep smart living yang mengintegrasikan hunian, ritel, dan fasilitas publik. Lokasinya strategis dan mudah diakses, dekat dengan stasiun MRT Fatmawati serta tol Ampera dan JORR.
Kawasan ini berpotensi menjadi pusat gaya hidup baru di Jakarta Selatan. Ia menjawab kebutuhan masyarakat urban Jakarta yang mendambakan ruang hidup yang holistik sebagai tempat tinggal, ruang sosial, dan destinasi gaya hidup modern.

Oase di Balik Beton
Salah satu kekuatan utama Antasari Place adalah penerapan pendekatan Human-Centered Design (HCD) sebagai fondasi perancangannya. Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai pusat desain, dengan mempertimbangkan kebutuhan, kebiasaan, serta kenyamanan pengguna. Hasilnya adalah kawasan yang terasa lebih hidup, relevan, dan dekat dengan keseharian masyarakat urban.

Berbeda dari hunian perkotaan pada umumnya, kawasan ini menyediakan 70% area terbuka hijau melalui vegetasi masif, jalur pedestrian, dan ruang komunal yang menciptakan suasana sejuk yang mendukung gaya hidup sehat. Inilah yang menjadi pembeda utama Antasari Place, di mana elemen lanskap menjadi bagian utama, bukan sekadar pelengkap.
Kawasan ini memiliki taman tematik sebagai ruang sosial inklusif, tempat penghuni dan pengunjung berinteraksi secara alami. Tersedia juga area lari (jogging track) hingga sudut-sudut duduk yang ergonomis dengan desain mengundang. Penghuni dapat berekreasi dan bersantai di taman-taman yang rindang, dengan suara air dan pepohonan yang menciptakan suasana rileks layaknya oase di tengah kota.

Komposisi bangunan terasa “ringan” dan tidak padat seperti apartemen kota pada umumnya. Hasilnya adalah desain yang tidak hanya fungsional, tapi juga lebih ramah terhadap dinamika urban. Melalui pendekatan desain tropis modern yang hangat, Antasari Place membuktikan bahwa pembangunan di Jakarta dapat tumbuh tanpa harus mengintimidasi lingkungan sekitar.
Iklim tropis dengan angin dan sinar matahari yang melimpah dioptimalkan untuk kenyamanan penghuni, baik secara termal maupun visual. Konsep low density dipadukan dengan efisiensi urban melalui bukaan jendela besar, ventilasi alami, serta orientasi bangunan untuk memaksimalkan pemandangan kota.
Pilihan Unit
Sebagai bangunan mixed-use, Antasari Place mengakomodasi banyak fungsi dan kegiatan, serta dirancang dengan memperhatikan elemen-elemen terkait secara cermat. Untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat urban, Antasari Place direncanakan terdiri dari dua tower hunian. Tower pertama kini telah resmi beroperasi, sementara tower kedua tengah dalam tahap persiapan untuk melengkapi ekosistem hunian ini.

Pendekatan desain tersebut juga tercermin dalam perencanaan unit hunian. Setiap unit dirancang efisien, dengan total 980 unit di satu menara dan 621 unit di menara lainnya. Terdapat tiga pilihan unit, yaitu tipe Studio dengan luasan 28.40–29.94 sqm, tipe 1 Bedroom Standar luas 42.70–45.50 sqm, serta tipe 2 Bedroom seluas 65.10 sqm.
Beragam fasilitas yang dihadirkan mampu menciptakan suasana rileks di tengah kota Jakarta, mulai dari fitness center, kolam renang, hingga area barbeque, amphitheatre, dan ruang pertemuan.
Pusat Interaksi Sosial yang Dinamis
Bukan sekadar hunian modern, Antasari Place hadir sebagai sebuah destinasi yang memahami budaya berkumpul masyarakat Jakarta Selatan yang dinamis. Area ritel dan food & beverage yang tersedia menciptakan atmosfer yang hidup, menjadi titik temu profesional muda maupun keluarga untuk menikmati waktu luang dengan cara yang lebih berkualitas dalam satu kawasan terintegrasi.

Melengkapi karakternya sebagai destinasi urban, Antasari Place juga menyediakan serviced apartment yang memperkuat posisinya sebagai kawasan mixed-use yang terintegrasi. Fasilitas ini tidak hanya menghadirkan pilihan hunian fleksibel bagi para profesional muda, keluarga, maupun pelaku bisnis untuk kebutuhan tinggal jangka pendek hingga panjang, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan yang berkelanjutan.
Kehadiran serviced apartment turut membentuk citra Antasari Place bukan sekadar sebagai apartemen, tetapi juga sebagai lifestyle hub dan hospitality. Selain membuat kawasan menjadi lebih hidup, keberadaan fasilitas ini juga mendukung tenant ritel dan food & beverage. Serviced apartment ini sekaligus memberikan nilai tambah investasi serta menciptakan aktivitas kawasan yang lebih dinamis.

Dalam konteks pengembangan, keberadaan Antasari Place juga menjadi bukti keberhasilan pengembang PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), atau dikenal dengan Paradise Indonesia, melalui anak perusahaan PT Prospek Duta Sukses (PDS), dalam menghidupkan kembali proyek yang sempat terhenti. Anthony Prabowo Susilo menekankan bahwa proyek ini adalah pembuktian nyata kemampuan INPP dalam menyelesaikan proyek, terutama yang sebelumnya bermasalah. “Antasari Place kembali menjadi pembuktian INPP sebagai perusahaan yang 100 persen berhasil menyelesaikan proyeknya.”
Antasari Place tidak sekadar proyek pengembangan properti, melainkan representasi perubahan cara pandang terhadap kehidupan di kota besar. Paradigma kehidupan di kota besar yang selama ini identik dengan kepadatan dan tekanan didefinisikan ulang oleh kehadiran Antasari Place. Melalui perencanaan ruang yang cermat, ia membuktikan bahwa di tengah dinamika urbanisasi masih bisa tercapai kualitas hidup yang lebih baik. (susi wijayanti)



















